Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right

Sinergi Lazismu dan ITS PKU Muhammadiyah Solo Tangani Stunting di Gilingan

Hendro Susilo (Majelis Pustaka, Seni Budaya & Informasi PDM Solo, Anggota Kelompok Studi Tajdid Pendidikan), Editor: Yusuf R. Yanuri
Sabtu, 23 September 2023 11:10 WIB
Sinergi Lazismu dan ITS PKU Muhammadiyah Solo Tangani Stunting di Gilingan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – ITS PKU Muhammadiyah Surakarta dan Lazismu Surakarta menyelenggarakan Penyuluhan Pencegahan Stunting dengan sasaran orang tua balita stunting di Kelurahan Gilingan, Selasa, (19/9/2023).

Kegiatan berlangsung dengan sangat khidmat di Taman Cerdas Gilingan yang dihadiri oleh perangkat kelurahan Gilingan yang diwakili oleh Joko selaku Sekretaris kelurahan.

Wahid, Manager Lazismu Kota Surakarta menyebut bahwa tepat per hari ini, seluruh lazismu Se-Jawa Tengah sedang menyelenggarakan kegiatan peduli kesehatan, terkhusus untuk Pencegahan Stunting.

“Semoga kerjasama ini dapat berlanjut dalam rangka membantu menuntaskan permasalahan ditengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Joko Susilo, Sekretaris Kelurahan Gilingan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya gerakan tersebut, karena penyelesaian masalah stunting membutuhkan kerjasama intens berbagai elemen multi sektor dan bahkan lintas sektor.

Sementara itu, Dewi Pertiwi dari ITS PKU Muhammadiyah menyebut bahwa stunting adalah gangguan pertumbuhan karena kurang gizi dalam waktu yang lama sehingga tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Dampak jangka pendek apabila anak menderita stunting antara lain gangguan pertumbuhan dan perkembangan, kecerdasan berkurang dan gangguan metabolisme dalam tubuh.

Sedangkan dampak jangka panjang yang ditimbulkan seperti menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit serta berisiko terkena penyakit diabetes melitus, obesitas, jantung, kanker, stroke dan disabilitas di masa tua.

Stunting dapat dicegah dengan pemenuhan gizi yang baik dan cukup di masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) yaitu mulai dari janin hingga anak berusia 2 tahun. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif, inisiasi menyusu dini (IMD), dan rutin datang ke posyandu untuk memantau pertumbuhan anak.

“Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan stunting yaitu pola asuh, pola makan, dan hygiene sanitasi. Selain itu, zat gizi juga berperan dalam pencegahan stunting seperti protein, zat besi, kalsium, iodium, vitamin A, zinc, dan lain-lain,” ujar Dewi.

Kegiatan ini diawali dengan mengerjakan pretest pengetahuan stunting dan kepada orang tua balita dan disambung dengan penyampaian materi “Kenali stunting, penyebab dan dampaknya” yang langsung disampaikan oleh dosen ilmu Gizi ITS PKU Surakarta, dan disambung penyampaian materi “Cegah Stunting itu Penting” oleh salah satu mahasiswa tim PKM PM UMS.

Setelah rangkaian penyuluhan selesai, disambung dengan mengerjakan postest pengetahuan stunting dan perilaku kebiasaan makan, hal tersebut dilakukan untuk mengukur kemampuan perkembangan pengetahuan orang tua balita sebelum dan setelah mendapat materi mengenai stunting.

Sinergi yang berlangsung harapannya dapat mencapai perbaikan asupan nutrisi anak yang mengalami stunting bahkan hingga terpenuhi kebutuhan nutrisinya, sehingga cita-cita bangsa mewujudkan indonesia dengan kasus sebesar 14% di tahun 2024 optimis terwujud. Acara ini diakhiri dengan pembagian olahan daging berupa RendangMu dan BaksoMu untuk menambah nutrisi bagi anak.

Berita Terbaru

Turun ke Bawah, Rangkul Anak Muda

Proses pengaderan Persyarikatan di arus bawah, di Cabang dan Ranting, masih menjadi persoalan serius, khususnya di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo. Umumnya, pengurus...

Peminat UMS Meningkat, Pendaftar PMB 2026 Tembus 20.830 Orang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat kenaikan jumlah pendaftar pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Hingga 15 Juni 2026, jumlah calon mahasiswa yang...

Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...

Cetak Dai Muda, PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Luncurkan Modul Khitobah

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMu) Manafi’ul ‘Ulum menggelar Haflah Akhirussanah Tahun Ajaran 2025/2026 yang dirangkaikan dengan wisuda santri SMP dan SMA serta peluncuran...

Belajar Bernapas di Tengah Sesak

Indonesia tidak sedang perang. Mal-mal masih ramai. Konser musik tetap dipenuhi lautan manusia. Kafe-kafe baru terus bermunculan. Linimasa media sosial dipenuhi video liburan, diskon besar-besaran,...

UMS Latih 61 Guru IGABA Klaten Tengah Ciptakan Pembelajaran PAUD Inovatif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini,...

Kolaborasi dengan BI, UMS Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi Umat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat melalui program pengembangan ekonomi berbasis masjid yang berlangsung...

Family Day SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ratusan peserta memadati SD Muhammadiyah 1 Solo dalam gelaran Family Day 2026 yang digelar meriah pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan akhir tahun ajaran...

Belajar dari Alumni, MPAI UMS Kupas Strategi Lulus Cepat dan Raih Beasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar seminar bertajuk “S2 Tanpa Beban: Cara Pintar Atur Waktu Kuliah Cepat, Kerja...

Dari Kampung Sewu ke Dunia Pergerakan: Parikrangkoengan, SATV, dan Gerakan Sosial Islam di Surakarta (Bagian I)

Pendahuluan Surakarta pada medio 1910-an hingga 1930-an adalah penggalan epos sejarah yang selalu menarik untuk dikaji ulang. Periode itu oleh para sejarawan lazim disebut sebagai...

Nilai TKA SD Muhammadiyah PK Kottabarat Melampaui Rata-Rata Nasional

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak 54 murid kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Kota Solo, mengikuti kegiatan akhirusanah di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (13/6/2026). Dari...

TKA dan Ancaman Marjinalisasi Ismuba

Kebijakan asesmen pendidikan Indonesia kembali memantik kegelisahan pada relung pembelajaran di Muhammadiyah, khususnya bagi pendidikan Ismuba (Al Islam, Ke-Muhammadiyahan dan Bahasa Arab). Tes Kemampuan Akademik...