Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Membedah Ilmu Pendidikan Syariah

hendro susilo, Editor: Muhammad Isnan
Rabu, 11 November 2020 09:49 WIB
Membedah Ilmu Pendidikan Syariah

Oleh : Hendro Susilo

Sekretaris MPSBI PDM Surakarta

Dinamika pendidikan menarik untuk diperbincangkan, karena menyangkut keberlangsungan dan  kualitas hidup manusia. Salah satu pintu masuk untuk meningkatkan mutu dan kualitas sekolah adalah melalui kurikulum. Kurikulum merupakan perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.

Ada hal yang menarik di cermati di lingkungan perguruan Muhammadiyah Kottabarat Surakarta. Menarik terutama dalam hal pengembangan kurikulum yang digunakan. Di SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berhasil meng-Implementasikan kurikulum syariah dan menghadirkan buku ajar Sains Syariah. Rintisan pengembangan kurikulum syariah yang merupakan buah pikiran (alm) Prof. Mochamad Sholeh Y.A Ichrom,Phd adalah terobosan ikhtiar dalam membangun tradisi keilmuan Islam.

Merujuk hasil riset yang dilakukan oleh Nur Salam,M.Pd terkait Implementasi Pemikiran Pendidikan Islam Prof. Moch Sholeh Y.A Ichrom  di SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta Dari Tahun 2003 – 2008. Terungkap bahwasannya  pemikiran pendidikan Prof. Sholeh  tentang  konsep pendidikan Islam adalah pertama kegiatan untuk menjaga kemurnian tauhid, kedua tentang tafsir sistem terhadap Al-Qur’an dan Sunnah. Maksudnya adalah ajaran yang terdapat didalam kedua pedoman hidup tersebut sangat perlu ditafsirkan dalam sistem kehidupan sehari-hari, ketiga Kurikulum Syariah, yang terdiri dari lima elemen yaitu Al-Qur’an, Al-hadist, Kurikulum Nasional, Alam Indonesia, dan Perkembangan Internasional.

Untuk gambaran hasil riset, implementasi pemikiran pendidikan Islam Prof. Sholeh di SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta melalui tiga tahap,pertama penyatuan visi pendidikan terjadi di tahun 2003-2005 untuk guru-guru SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Kedua adalah tahap legalisasi kurikulum (2005-2007) dengan hadirnya HAKI, kemudian ditindaklanjuti dengan membuat perangkat pembelajaran dengan menerbitkan buku Sains Syariah. Ketiga adalah tahap sosialisasi dan pelatihan (2007-2008) serta peluncuran PRPIKS yang bertugas mengenalkan kurikulum syariah dan melakukan pelatihan cara penggunaan buku teks sains syariah.

Platform Ilmu Pendidikan Syariah

Selain hasil riset yang dilakukan, Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta bekerjasama dengan Prodi Pendidikan Agama Islam UMS berhasil membukukan pemikiran-pemikiran Prof. Mochamad Sholeh Y.A Ichrom, Phd. Buku yang berjudul Platform Ilmu Pendidikan Syariah (Menggerakkan Tarbiyah Untuk Optimalisasi Fitrah Tauhid Sebagai Ikhtiar Meretas Generasi Ulul Albab)  ini menghimpun hampir seluruh tulisan almarhum. Sebagai editor adalah Dr Mohamad Ali, Kaprodi PAI UMS.

Jika kita mencermati pengantar editor, nampak dengan jelas masalah yang melatar belakangi dan melecutkan munculnya gagasan pendidikan syariah, yakni adanya krisis pendidikan umat Islam dan rendahnya kemampuan eksplorasi alam umat Islam. Krisis pendidikan umat Islam dapat dilihat dalam tiga konteks berbeda. Pertama, konteks global bahwasannya kajian ilmu dan teknologi di dunia barat kehilangan transendensi sehingga memunculkan kerusakan lingkungan. Sementara disisi lain, kajian ilmu dan teknologi di dunia muslim masih lemah dan tertinggal. Hal ini menimbulkan kepincangan, disebabkan eksplorasi alam yang dilakukan barat ber-ideologi sekularisme-materialisme yang mengabaikan potensi fitrah manusia tentang Kesaksian Tuhan ( fitrah Tauhid). Kerusakan pun tidak bisa dihindari, karena eksplorasi dibimbing oleh hawa nafsu dan keserakahan.

Kedua, konteks nasional bahwasannya pendidikan nasional setelah kemerdekaan masih mengikuti pola sistem sekolah warisan kolonial Belanda. Sehingga disarankan perlu mencari alternatif-alternatif pola pendidikan yang lebih mencerahkan dan memberdayakan sesuai potensi umat. Konteks yang ketiga adalah konteks Persyarikatan Muhammadiyah. Konteks Persyarikatan ini diangkat editor karena memang implementasi pendidikan syariah yang di gagas Prof.Mochamad Sholeh Y.A.Ichrom, Ph.D diterapkan di lingkungan Sekolah Muhammadiyah, tepatnya di SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Pola sekolah Muhammadiyah yang mengajarkan ilmu umum plus ilmu agama sesungguhnya dilakukan juga oleh sekolah pemerintah ( sekolah negeri ). Hal ini memberikan tantangan baru bagi sekolah Muhammadiyah untuk mengukuhkan identitasnya.

Prof. Mochamad Sholeh Y.A Ichrom, Ph.D melontarkan gagasan ilmu pendidikan syariah disebabkan melihat realitas sosial dunia pendidikan yang pincang. Beliau mendefinisikan pendidikan syariah merupakan proses aktualisasi bakat tauhid melalui pemahaman dan eksplorasi ayat-ayat kauliyah (Al-Qur’an)  sekaligus ayat-ayat kauniyah (alam semesta) dengan penajaman sesuai dengan disiplin ilmu yang dikaji dalam rangka melahirkan generasi ulul albab. Manusia generasi ulul albab inilah yang mampu menjalani tugas sebagai hamba Allah sekaligus wakil-Nya di bumi untuk menjaga keberlangsungan alam semesta.

Diskursus Ilmu Pendidikan Syariah

Kehadiran buku Platform Ilmu Pendidikan Syariah menarik perhatian. Selasa, 22 September 2020 Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kottabarat bekerjasama dengan Perguruan Muhammadiyah Kottabarat mengadakan diskusi terkait ilmu pendidikan syariah.Diskusi yang bertajuk BBM “Bincang Bangun Muhammadiyah” bertema Arah Baru Pengembangan Sekolah membahas tentang Kurikulum Syariah bertempat di SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat.

Hadir sebagai narasumber adalah Wahyu Widodo (Guru SD Muh PK/Implementator Kurikulum Syariah)  dan Zaki Setiawan ( Pemerhati Pendidikan/Aktivis Pemuda). Dalam pemaparannya, Wahyu widodo menjelaskan bahwasannya telah terjadi krisis dalam pendidikan Islam, yakni terjadi kepincangan akibat terjadinya dikhotomi antara agama dan ilmu. Sehingga, sains saat ini harus “dihijrahkan” agar unsur ruh/wahyu menjadi sumber pengetahuan juga. Tidak sekulerisme-matrelialisme seperti yang terjadi saat ini. Tidak lupa pula, Wahyu Widodo memaparkan karakteristik buku Sains Syariah  yang religius,inklusif, ramah anak,dan menggunakan pendekatan eksplorasi alam semesta.

Sementara itu, Zaki Setiawan memaparkan bahwasannya kehadiran Kurikulum Syariah ini akan mengembalikan tradisi keilmuan Islam. Dimana yang menjadi sumber pengetahuan adalah wahyu, akal dan indera. Berbeda halnya dengan tradisi keilmuan barat, dimana yang menjadi sumber pengetahuan hanyalah rasio dan indera. Kiblat dan arah kurikulum syariah sudah jelas. Islam tidak menghendaki keterpisahan antara ilmu dan sistem nilai. Ilmu adalah fungsionalisasi wahyu,ungkapnya.

Dari diskusi ini,dapat kita simpulkan bahwasannya kurikulum syariah dirancang untuk mengembalikan kajian ilmu yang memahami alam sebagai jalan untuk memahami pencipta. Dan dalam perspektif tujuan Allah menciptakan manusia itulah seharusnya ilmu pendidikan di kembangkan agar generasi ulul albab bisa diretas.

Share:

Berita Terbaru

UMS Hidupkan Business Center Mendungan Lewat 58 Mart

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meresmikan Shelter Kuliner Sehat 58 Mart di kawasan Business Center UMS Mendungan, Jumat (30/10/2026). Fasilitas ini menghadirkan 10 tenant...

SoulMed Diluncurkan, RS UMS Dukung Medical Wellness Tourism Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin mendukung pengembangan ekosistem kesehatan digital melalui partisipasi dalam peluncuran awal aplikasi SoulMed. Kegiatan yang...

Panahan Solo Raih Dua Emas Pertama di Porprov Jateng 2026

KENDAL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim panahan Kota Solo meraih dua medali emas pada hari pertama pertandingan cabang olahraga panahan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026 Semarang...

Dosen UMS Dampingi Atlet Indonesia Raih Emas Asian Para Games

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Azlan Khoirur Rozikin, turut berkontribusi dalam keberhasilan atlet Indonesia meraih...

Sambut Milad ke-61 Kokam, Pemuda Muhammadiyah Solo Putar Film Kedung Kopi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menggelar refleksi Milad ke-61 Kokam bertajuk “Jejak Darah di Kedung...

Tiga AUM Muhammadiyah di Bolon Ajak Warga Berdoa Memohon Hujan

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni MIM Digdaya Bolon, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, dan TK Aisyiyah Bolon, bersama warga menggelar Salat Istiska...

Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...

UMS Beri Penghargaan bagi Penggerak Muhammadiyah se-Solo Raya

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, cabang, ranting, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Apresiasi...

Ribuan Anggota Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmen dalam membangun generasi berlandaskan nilai-nilai Islam melalui Tablig Akbar dalam rangka Hari Jadi ke-68 UMS. Kegiatan yang menghadirkan...

Wali Kota Solo Siapkan Program Air Bersih Gratis PDAM untuk Rumah Ibadah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Wali Kota Solo, Respati Ardi menyiapkan program air bersih gratis dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening atau PDAM bagi seluruh rumah...

Tiba-tiba Ingat Seseorang, Benarkah Dia Juga Memikirkan Kita?

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pernah tiba-tiba teringat seseorang, lalu tidak lama kemudian orang tersebut menghubungi atau muncul di hadapan kita? Sebagian orang menganggap pengalaman itu sebagai tanda...

Grup Band Mess in Balance Tuntaskan “Sacred of Ignin Tour” di Lima Kota

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Band rock asal Kota Solo, Mess in Balance (MIB), telah menuntaskan rangkaian tur bertajuk “Sacred of Ignis Tour” di lima kota, yakni Jakarta, Depok,...