Yogyakarta (02/08) — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengimbau warga tetap tenang. Pengalaman gempa dan tsunami pada Desember 2018 lalu membuat warga bergegas menjauh dari pantai dan mencari titik evakuasi sementara.
Koord. Divisi Tanggap Darurat Rehabilitasi & Rekonstruksi MDMC PP Muhammadiyah memberikan imbauan kepada masyarakat, antara lain:
1. Masyarakat dihimbau kembali ke tempat masing masing,
2. Masyarakat dihimbau tetap tenang dan waspada bila terjadi gempa susulan,
3. Masyarakat dihimbau tidak terpancing isu hoax,
4. Masyarakat dihimbau cek bangunan masing masing sebelum ditempati, dan tidak menempati bangunan yg rusak atau dikhawatirkan tidak aman,
5. Pastikan informasi resmi dari BMKG terkait gempa bumi dan tsunami.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami. MDMC Banten tetap bersiaga dan menyiapkan personel di beberapa titik. (*)
Arif Nur Kholis
MDMC Indonesia
Rayakan Milad ke-29, Guru IGABA Karanggede Hadir di GOR Jatidiri Semarang
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Guru TK/BA ‘Aisyiyah yang tergabung dalam Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) se-Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, resmi menghadiri puncak peringatan Milad ke-29 IGABA di...
Pengelola RS Muhammadiyah-‘Aisyiyah se-Jateng Ikuti Workshop Tata Kelola Klaim JKN
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak 180 peserta dari Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah mengikuti Workshop Tata Kelola Klaim JKN Terintegrasi bertema “From Service to Sustainability: Menjaga...
Sambut Milad ke-61 Kokam, Pemuda Muhammadiyah Solo Putar Film Kedung Kopi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menggelar refleksi Milad ke-61 Kokam bertajuk “Jejak Darah di Kedung...
RS UMS Tekankan Pentingnya Sanitasi dan Kelestarian Lingkungan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS UMS A.R. Fachrudin mengikuti Sosialisasi Persetujuan Lingkungan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo di Sukoharjo Room, Hotel Sahid Jaya Solo,...
Belajar Ekonomi, Murid SD Muhammadiyah PK Solo Amati Proses Produksi Roti Ganep’s
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 66 murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mempelajari kegiatan ekonomi secara langsung melalui kunjungan ke pabrik dan outlet...
RS UMS A.R. Fachrudin dan IBI Kartasura Gelar Edukasi Resusitasi Bayi
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menjadi tuan rumah pertemuan rutin Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting XI Kecamatan Kartasura, Kabupaten...
FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...
Bukan Hanya Berdoa, Kekeringan Perlu Dijawab dengan Ikhtiar
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi juga penopang kehidupan petani. Ketika hujan tak kunjung turun, sawah mengering, tanaman merana, dan penghasilan warga terancam....
Tiga AUM Muhammadiyah di Bolon Ajak Warga Berdoa Memohon Hujan
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni MIM Digdaya Bolon, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, dan TK Aisyiyah Bolon, bersama warga menggelar Salat Istiska...
RS PKU Muhammadiyah Solo Serap Aspirasi untuk Program Kerja 2027
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Solo menghimpun masukan dari 46 peserta dalam Pertemuan Stakeholder dan Jejaring Mitra Kerja untuk membahas rencana kerja 2027. Pertemuan yang...
Ustaz Pujiono Bekali Kontingen HW Boyolali untuk Mahrojan Penghela di Pemalang
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Boyolali melepas 20 peserta kontingen Mahrojan Penghela yang akan berlaga di Pemalang pada 23–25 Oktober 2026. Pelepasan...
Ketika 380 Ribu Anak Menyimpan Luka yang Tak Terlihat
Di tengah kesibukan bangsa membangun generasi unggul, sebuah kenyataan mengusik nurani kita. Lebih dari 380 ribu anak Indonesia menunjukkan indikasi depresi. Mereka mungkin tetap berangkat...







