
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Lebih dari 12,5 ribu guru Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) di Edutorium Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (7/11/2026). Mereka memadati gedung yang pernah menjadi lokasi Muktamar ke-48 Muhammadiyah pada 2022 silam.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan nasional, di antaranya Prof. Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2005–2015, dan Prof. Nunuk Suryani, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam tausiyahnya, Prof. Din Syamsuddin menegaskan bahwa guru merupakan sosok pencerah yang bertugas mencerahkan umat. Menurutnya, pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pendidikan karena berperan membentuk peserta didik yang berkualitas. Ia menekankan bahwa guru Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang siap jadi sekaligus siap pakai. Hal tersebut tidak hanya berarti menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi dalam menerapkan metode pengajaran. “Jadilah guru yang siap jadi, siap pakai. Artinya, guru Muhammadiyah menjadi insan yang mempunyai kompetensi. Tidak cukup menguasai materi, tetapi juga piawai dalam menerapkan metode pengajaran,” ungkapnya.
Din juga mengingatkan tugas guru bukan sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan, melainkan mendidik peserta didik melalui penanaman hikmah, kebijaksanaan, adab, etika, dan akhlak. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus menjadi landasan dalam proses pendidikan. Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai prophetic teaching atau pengajaran profetik. Guru tidak hanya menerapkan konsep deep learning yang meliputi mindful, meaningful, dan joyful learning, tetapi juga menjalankan fungsi pendidik sebagaimana dicontohkan dalam nilai-nilai kenabian. ”

Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, saat berceramah pada Silaturahmi Akbar FGM Jawa Tengah. [Aryanto].
Din berharap silaturahmi akbar tersebut dapat mendorong kemajuan pendidikan Muhammadiyah di Jawa Tengah. Ia menyebut guru sebagai ujung tombak pendidikan sekaligus agen peradaban, pembangunan, dan penyiap generasi emas. Karena itu, para guru harus mampu menjalankan peran strategis tersebut secara optimal. Ia juga mendorong Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah agar kegiatan serupa diselenggarakan di berbagai daerah lainnya.
Sementara itu, Dirjen GTK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Nunuk Suryani, mengapresiasi penyelenggaraan Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah Jawa Tengah. Ia menyatakan pemerintah mendukung kegiatan yang menjadi wadah komunikasi dan pengembangan profesionalisme guru tersebut. “Kami sangat senang dan mendukung adanya kegiatan silaturahmi Forum Guru Muhammadiyah,” ujarnya.
Nunuk menjelaskan Forum Guru Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi profesi guru yang telah terdaftar untuk mendapatkan fasilitasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Keberadaan forum tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antarguru sekaligus menjadi sarana penyampaian informasi mengenai kebijakan terbaru pemerintah di bidang pendidikan.
Dalam arahannya, Nunuk juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pendidikan swasta dan pemerintah, terutama dalam meningkatkan kualitas serta kesejahteraan guru. “Ada beberapa hal yang dapat kita gotong-royongkan antara penyelenggara pendidikan swasta dan pemerintah. Salah satunya adalah peningkatan kualitas guru, khususnya seluruh guru Muhammadiyah, serta hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan guru,” tuturnya.
Peningkatan Kesejahteraan Guru
Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru. Bagi guru yang belum menerima manfaat kebijakan tersebut karena kendala pendataan atau belum memiliki sertifikat pendidik, ia mendorong FGM untuk membantu melakukan koordinasi dan pendataan. Nunuk juga mendorong agar guru yang belum berkualifikasi sarjana maupun yang belum memiliki sertifikat pendidik mendapatkan perhatian sehingga dapat meningkatkan kualifikasi, profesionalisme, dan kesejahteraannya. “Selamat kepada Forum Guru Muhammadiyah Jawa Tengah atas terselenggaranya kegiatan Silaturahmi Regional tersebut,” ucapnya.

Peserta Silaturahmi Akbar Guru Muhammadiyah se-Jateng berfoto bersama. [Aryanto].
Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah sekaligus Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Iwan Junaedi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam memperkuat ideologi Muhammadiyah dan menggerakkan para guru dalam menjalankan profesinya. Menurutnya, pertemuan guru dalam jumlah besar dapat mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat semangat perjuangan dan daya saing guru Muhammadiyah. Ia berharap momentum tersebut mampu membangkitkan semangat para guru, terlebih kegiatan dilaksanakan bertepatan dengan bulan peringatan Hari Guru.
“Berkumpulnya para guru dalam wadah seperti ini menjadi kekuatan tersendiri, baik secara internal di lingkungan Muhammadiyah maupun dalam memperkuat eksistensi guru Muhammadiyah di kancah nasional. Terlebih di Jawa Tengah, eksistensi guru Muhammadiyah diharapkan semakin diakui sebagai bagian penting dalam membangun bangsa menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Pusat Forum Guru Muhammadiyah (FGM), Sutomo, menyebut November 2026 menjadi momentum istimewa bagi guru Muhammadiyah di Jawa Tengah. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para guru untuk memperoleh wawasan dan pembelajaran langsung dari sejumlah tokoh pendidikan nasional. Menurutnya, kehadiran Rektor UMS Prof. Harun Joko Prayitno, Prof. Din Syamsuddin, Prof. Nunuk Suryani, Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF), Didik Suhardi, serta sejumlah rektor dan pimpinan perguruan tinggi memberikan motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas profesinya.
“Bagaimana menjadi guru yang profesional dan sejahtera tentu telah diuraikan dalam kegiatan ini. Selain itu, ada hal yang tidak kalah menarik, yaitu beasiswa sebesar 50 persen bagi guru Muhammadiyah yang ingin melanjutkan studi di UMS. Kesempatan ini dibuka seluas-luasnya oleh Rektor UMS, Prof. Harun,” ujarnya.
Sutomo berharap kegiatan tersebut menjadi pemacu semangat bagi FGM untuk terus bergerak dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan Muhammadiyah. Melalui forum tersebut, para guru diharapkan semakin termotivasi meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik sehingga berdampak pada peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru.
Perkuat Dakwah Persyarikatan, UMS Latih Guru AUM Gatak Menulis Feature
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPPA) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak menggelar pelatihan menulis...
Capacity Building AUM Sambi, Ketua PCM Dorong Kepala Sekolah Muhammadiyah Terus Berbenah
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Sebanyak 25 kepala sekolah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kecamatan Sambi, Boyolali, mengikuti kegiatan Capacity Building di SM Kemadjouan Resto, Yogyakarta, Kamis (14/5/2026)....
Majelis Pendidikan PDM Kota Solo Gelar Halalbihalal untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo menggelar kegiatan silaturahmi dan Halalbihalal, Sabtu (28/3/2026), di SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School (PKBS), Sumber,...
Proyek Tahap I Rampung, TK Aisyiyah 48 Kemlayan Lanjutkan Pembangunan Tahap II
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – TK Aisyiyah 48 Kemlayan Solo menerima hasil renovasi tahap I yang telah selesai dilaksanakan. Serah terima pembangunan dilakukan pada Selasa (24/2/2026) pukul...
Strategi Humas UMS Jadi Rujukan, Tim Media Diktilitbang PP Muhammadiyah Studi Banding
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Biro Humas dan Pemeringkatan (BHP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan Tim Media Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah...






