Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Masta Batch II UMS, Mahasiswa Asal Afrika Pilih UMS karena Inklusif dan Lingkungan Islami

Fika Annisa S., Editor: Sholahuddin
Minggu, 28 September 2025 14:42 WIB
Masta Batch II UMS, Mahasiswa Asal Afrika Pilih UMS karena Inklusif dan Lingkungan Islami
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, saat menyambut mahasiswa baru. (Humas).

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mohamed Saidi Jalloh, mahasiswa asal Sierra Leone, Afrika Barat, menjadi salah satu wajah internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mahasiswa prodi Teknik Informatika Fakultas Komunikasi Informatika (FKI) ini mengaku memilih UMS karena kombinasi kualitas akademis dan lingkungan islami yang ditawarkan.

“Saya memilih UMS karena merupakan universitas Islam dan Indonesia dikenal sebagai negara yang damai. Sejak datang, saya merasa diterima dengan baik,” ungkap salah satu peserta Masa Ta’aruf (Masta) Batch II, Minggu (28/9/2025). Saidi aktif mengikuti kelas internasional. Menurutnya, dukungan dosen serta fasilitas yang tertata membuat pengalaman belajarnya semakin menyenangkan. “Dosen-dosen sangat suportif, dan universitas menerima kami dengan tangan terbuka tanpa memandang asal. Saya sangat menghargai toleransi agama dan budaya di sini,” tuturnya.

Selain berfokus pada akademis, Saidi juga aktif dalam kegiatan non-akademis. Ia pernah mengikuti UMS Fun Run dan berhasil meraih juara dua. “Saya juga kadang bermain futsal bersama teman-teman fakultas. Itu membuat saya merasa lebih dekat dengan komunitas kampus,” tambahnya.  Saidi yang tinggal di asrama internasional Pesantren Mahasiswa (Pesma) UMS juga merasa nyaman dengan lingkungan barunya. Menurutnya, Pesma menjadi rumah kedua yang penuh kedisiplinan, keamanan, sekaligus menyediakan fasilitas lengkap. “Ada masjid dekat, laundry, dan kebutuhan sehari-hari mudah diakses. Itu sangat membantu kami yang jauh dari keluarga,” jelasnya.

Peran Muhammadiyah

Ia pun mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam mendukung pendidikan mahasiswa asing. “Muhammadiyah menjadi salah satu alasan utama saya bisa kuliah di sini karena saya mendapat beasiswa penuh. Itu sesuatu yang luar biasa,” ucap Saidi penuh syukur.  Keberagaman itu semakin terasa dalam kegiatan Masta Batch II yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Ribuan mahasiswa baru hadir dengan latar belakang yang berbeda, bersatu dalam semangat kebersamaan menyambut awal perjalanan akademis.

Peserta Masta Batch II UMS. (Humas).

Rektor UMS, Prof.  Harun Joko Prayitno,  dalam sambutannya menegaskan bahwa Masta adalah momentum untuk memperlihatkan wajah inklusif UMS. “Masta Batch II tahun ini diikuti lebih dari 1.300 mahasiswa dengan diversitas asal daerah yang semakin kaya. Ini menunjukkan positioning UMS di kancah global makin bagus,” ujarnya.  Cerita Saidi hanyalah satu dari sekian banyak kisah mahasiswa asing di UMS. Tahun ini, kampus mencatatkan mahasiswa internasional dari 38 negara, di antaranya Suriah, Pakistan, Korea Selatan, Thailand, Jepang, hingga Sierra Leone. Keberadaan mereka menegaskan peran UMS sebagai kampus inklusif sekaligus global.

Harun menambahkan, UMS terbuka bagi siapa saja tanpa membedakan agama, ras, atau suku bangsa. “UMS adalah kampus inklusif, kampus yang rahmatan lil alamin, memberikan kesempatan kepada semua masyarakat untuk bergabung. Inilah desain kampus yang untuk semua,” tegasnya.

Dalam arahannya, ia mendorong mahasiswa baru untuk selalu berinovasi. Dua hal yang ditekankannya adalah inovasi tiada henti dan inovasi yang membumi. “Inovasi tiada henti berarti selalu kreatif, sedangkan inovasi yang membumi berarti memberikan manfaat nyata bagi kehidupan dan masyarakat,” jelasnya.  Lebih jauh, Harun menyinggung strategi UMS dalam memperkuat internasionalisasi melalui pengembangan program studi adaptif dan progresif, termasuk rencana pembukaan program doktor di bidang kedokteran, kesehatan, dan informatika. Hal ini sejalan dengan visi UMS untuk menjadi universitas kelas dunia.

“UMS terus mengembangkan program akademik yang relevan dengan kebutuhan global. Dengan begitu, mahasiswa dari berbagai latar belakang dapat menemukan ruang belajar yang sesuai, baik dari Indonesia maupun dari luar negeri,” tambahnya.  Menurutnya, pengalaman mahasiswa asing seperti Saidi adalah bukti nyata implementasi internasionalisasi kampus. “UMS bukan hanya mendidik mahasiswa lokal, tetapi juga mencetak generasi global yang membawa nilai perdamaian, inklusivitas, dan inovasi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Masta, Marisa Kurnianingsih, menjelaskan, penyambutan mahasiswa baru angkatan 2025 ini digelar dalam dua batch karena tingginya animo masyarakat. Secara total, UMS menerima 8.580 mahasiswa baru tahun ini. “Mahasiswa asing UMS berasal dari 38 negara. Seluruh rangkaian Masta PMB 2025 Batch II terdiri dari Masta Universitaria, Masta ke-IMM-an, dan Ekspo,” pungkasnya

Berita Terbaru

Mahasiswa Keperawatan Unimus Luncurkan SLEEP-7 untuk Tingkatkan Kualitas Tidur Pasien Hipertensi

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Semangat inovasi dan budaya riset kembali ditunjukkan mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Menjelang penyelenggaraan Expo Mahasiswa Keperawatan 2026...

Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan, PCA Colomadu Gelar Evaluasi Program Kerja Tahunan

COLOMADU, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Colomadu, Kab. Karanganyar, menggelar Evaluasi Program Kerja, Sabtu (1/8/2026), di MI Muhammadiyah Gedongan, Colomadu. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk...

IMM Jateng Luncurkan “SAPA Immawati” sebagai Ruang Aman Pelaporan dan Edukasi Kekerasan Berbasis Gender

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Bidang IMMawati Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah meluncurkan Website Safe Space Immawati (SAPA Immawati) dalam rangkaian pembukaan Sekolah Gender,...

FORSAKADA Tinjau RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Dukung Health Tourism Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta menerima kunjungan kerja dan hospital tour dari pengurus dan anggota Forum Staf Ahli Kepala Daerah (FORSAKADA) Provinsi Jawa...

Pengurus Baru KM3 DPD IMM Jateng Dilantik, Fokus Rekonstruksi Arah Dakwah

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (KM3) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah resmi melantik pengurus baru periode 2026–2028 di...

Sekolah Gender DPD IMM Jateng Dorong Kader Perempuan Aktif di Ruang Publik

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Bidang IMMawati Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah menggelar Sekolah Gender, Politik, dan Demokrasi di Hotel Laras Asri,...

Ustaz Dwi Jatmiko: Setiap Manusia Beriman Pasti Pernah Terluka

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ustaz Dwi Jatmiko menyampaikan materi “Hati Bercahaya Melepas luka, Mengobati Hati” saat mengisi Kuliah Subuh Muhammadiyah Gajahan, Kota Solo, di TK ABA, Patang Puluhan,...

Awalussanah MIM Digdaya Bolon, Wakil Dekan FKIP UMS Tekankan Adab Lebih dari Sekadar Prestasi

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Miftakhul Huda, hadir sebagai keynote speaker dalam Awalussanah...

Inovasi SafeTKI Antar Mahasiswa UMS Raih Silver Medal JDIE 2026 di Jepang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Tim mahasiswa UMS meraih Silver Medal pada ajang Japan Design, Idea, &...

Prodi Ilmu Komunikasi UMS Perluas Jejaring Internasional hingga Afrika Selatan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan University...

Sambut Tahun Pelajaran Baru, SMP Muliska Perkuat Profesionalisme Guru

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Muliska) menggelar Workshop Pembelajaran sebagai bagian dari persiapan menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di...

Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan dan Esensi Takziah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Perbincangan mengenai tradisi tahlilan kembali mencuat setelah sejumlah unggahan di media sosial menampilkan keluhan keluarga yang sedang berduka karena merasa terbebani menyediakan...