Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Kenapa Masih Diam Ketika Ada Kezaliman?

Muhammad Fauzan, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 12 September 2025 17:07 WIB
Kenapa Masih Diam Ketika Ada Kezaliman?
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi aksi mahasiswa. (satukanindonesia.com)

Kezaliman adalah bentuk kesewenang-wenangan manusia atas anugerah akal yang diberikan Allah Swt. baginya, bagaimana tidak. Allah menganugerahkan manusia akal pikiran serta nurani agar dapat dimaksimalkan untuk memberikan kebaikan, menciptakan kedamaian, serta menghadirkan rasa aman antar sesama.

Namun, beberapa pihak mengambil jalan yang tak lazim. Hadir sebagai pelaku-pelaku kezaliman yang seringkali tidak hanya merugikan dirinya sendiri nyatanya juga merugikan orang lain baik dalam skala kecil maupun besar

Kezaliman berasal dari kata zalim yang menurut para ulama didefinisikan dalam makna “meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya”. Artinya setiap apa saja yang tidak ditempatkan sesuai penempatannya maka itu adalah bagian dari kezaliman.

Berbuat zalim sama saja dengan mengundang murka Allah Swt. Betapa tidak, Allah menganugerahkan akal dan nurani kepada manusia selayaknya dan sepatutnya harus dimaksimalkan manusia untuk tidak berbuat zalim apapun bentuknya. Realita hari ini menggambarkan kepada kita betapa praktik kezaliman adalah hal yang lazim, baik, dan terlihat biasa.

Kezaliman layaknya sudah menjadi system yang tak bisa lepas dari setiap lini kehidupan. Praktik kejahatan, kesewenang-wenangan, ketidak-adilan, penyalahgunaan kekuasaan, tata kelola birokrasi yang carut marut identik dengan praktik suap-menyuap yang kotor, dan lain sebagainya. Tanpa sadar, kita ikut mendiamkan kezhaliman in untuk tetap tumbuh dan berkembang.

Saatnya Bukan Untuk Diam

Pemberitaan nasional maupun lokal, baik media cetak maupun daring. Kita cukup disuguhkan dengan hadirnya tindak kezhaliman yang merata di setiap lini kehidupan kita. Dari sisi ekonomi, pendidikan, birokrasi, sosial, kesehatan, dan lainnya. Hampir tidak ada yang terlepas dari tindak kezhaliman ini, kezhaliman yang terstruktur, yang sistemik, pada akhirnya merugikan dan mengorbankan kita semua.

Adanya kezaliman bukanlah takdir yang harus diterima dengan lapang dada atau harus dihadapi dengan rasa ikhlas dan tawakkal di dada. Tidak, kezaliman tidak layak dihadapi dengan sikap mulia itu. Kezaliman harus dilawan, harus ditentang, ia tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Betapa kompleksnya praktik kezhaliman yang tampak di depan mata saat ini, kezaliman tetaplah kezaliman. Ia tak layak untuk didiamkan dan dibiarkan. Diam bukanlah jawaban utama menghadapi kezaliman. Sebab melawan daripada praktik kezaliman adalah sebuah keharusan kita sebagai umat terbaik dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Artinya: “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali ‘Imran: Ayat 110). Allah Swt. menjelaskan kepada kita bahwa sebagai umat terbaik memiliki tiga kriteria sebagai syarat umat terbaik melekat dalam diri kita:

1.Menyuruh kepada yang Makruf (Amar Ma’ruf)

2.Mencegah kepada yang Munkar (Nahi Munkar)

3.Beriman kepada Allah SWT.

Lantas jika kita memilih diam, maka langkah tersebut bukanlah bagian dari ciri-ciri keislaman yang melekat pada diri seorang muslim sebagai umat terbaik. Bahkan Rasulullah Saw. pun mengajarkan kepada kita bagaimana sikap seharusnya menghadapi kezaliman atau kemungkaran.

Hadis dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata. Rasulullah bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ

Artinya: “Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim 49)

Berdasarkan hadits tersebut, tentunya kita memahami apa langkah yang terbaik kita manakala hadir ditengah-tengah kezaliman yang merajalela. Maksimalkan kekuatan kita, jika kita punya kekuasaan. Maka tugas kita adalah menghilangkan praktik kezaliman itu sebagai wujud kita masih punya iman.

Jika kita punya kekuatan berbicara, sebagai seorang dai atau mubalig maka sampaikan kebaikan dan kebenaran itu agar yang mendengarkan kita bias tergerak melawan kezaliman. Sebab diamnya kita adalah bentuk selemah-lemahnya iman dan tentu kita tidak akan terima jika hanya mampu melakukan perbuatan yang lemah dan melemahkan tersebut.

Tugas kita bukan untuk diam, tugas kita adalah untuk bergerak. Ya, bergerak melawan kezaliman yang semakin merajalela. Jangan sampai menjadi setan bisu, yang diam melihat kemungkaran dan kezaliman terjadi. Tanpa disadari sikap diam tersebut menunjukkan bahwa kita mendukung praktik itu berlangsung.

Tugas kita adalah melawan, tugas kita adalah menghadapi praktik kezhaliman dengan apa yang kita punya. Meskipun mungkin apa yang kita usahakan dan kerjakan tidak memberikan efek apa-apa karena kezhaliman yang begitu besar dan terstrukturnya.

Setidaknya kita telah membuktikan pada diri sendiri dan di hadapan Allah Swt. Bahwa kita berada di pihak yang benar dan tidak diam apalagi berpangku tangan pasrah melihat keadaan. Wallahu A’lam Bish Shawaab.

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

KBGO Dinilai jadi Ancaman Serius Kesehatan Mental

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Adam Malik Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan komisariat Averroes Fakultas Teknik (FT) UMS...

Lebih dari Sekadar Hafalan, Tasmi’ 30 Juz Jadi Spirit Perjuangan Kader IMM Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kader Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Solo menuntaskan Hafalan Al-Qur’an 30 Juz di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Solo pada Sabtu...

Buka Puasa Bersama Alumnus MABAS UMS, Jaga Api Dakwah Berdampak

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko menegaskan esensi buka puasa bersama alumnus Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq (MABAS) Universitas Muhammadiyah...

Sambut Ramadan, PRA Bangetayu Kulon Santuni Santri Panti Asuhan ‘Aisyiyah

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Panti Asuhan ‘Aisyiyah, Jalan Srikandi X/61, Kota Semarang,...

Ramadan, Hizbul Wathan UMS Ajak Mahasiswa dan Warga Ikut Edukasi dan Aksi Bersih

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk “NGASIH (Ngabuburit Asik Sambil Bersih-Bersih)” pada Senin (23/2/2026), di Area Kampus 1 dan...

PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Sosialisasikan KHGT

SAMBI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Kab. Boyolali, menggelar kegiatan Kajian dan Sosialisasi KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal) bertempat di Aula Masjid At-Taqwa, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan...

Sebanyak 8 PCNA di Karanganyar Ikuti Gelar Baitul Arqam untuk Perkuat Ideologi Kader

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak delapan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) se-Kabupaten Karanganyar telah melaksanakan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) I pada 16–17 Februari 2026 bertempat di SMP...

Pengurus IMM Pondok Shabran dan IMM Muhammad Abduh Resmi Dilantik

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran dan IMM Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) UMS periode 2026-2027 resmi dilantik,...

IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Gelar Tarhib Ramadan dengan “Pelita”

SAMBI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi menggelar kegiatan Pelita (Pelajar Ikhtiar Taat)...

Peluncuran Buku “Nalar Futurology Maroon” Warnai Pelantikan IMM Shabran dan IMM Muhammad Abduh

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pelantikan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan IMM Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) UMS berlangsung khidmat di...

Redefinisi Padusan, IPM Pilih Bersihkan Kali Jenes

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Menjelang datangnya bulan Ramadan, Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Solo menggelar aksi simbolis yang mendobrak kebiasaan lama. Pada Ahad...

‘Aisyiyah Gatak Bekali Orang Tua Siswa tentang Pendidikan Anak

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Bertempat di Gedung Tirto Wirejo Wironanggan, Rabu (04/02/2026), Majelis PAUD-Dasmen Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Kabupaten Sukoharjo menggelar acara menarik yaitu seminar parenting untuk...

Leave a comment