
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Memasuki 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan efisiensi anggaran menjadi sorotan tajam di tengah dinamika politik dan ekonomi nasional di Indonesia. Salah satu kebijakan utama yang diterapkan adalah efisiensi dalam bidang anggaran negara yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.
Efisiensi anggaran ini bertujuan meningkatkan keefektivan pengelolaan keuangan negara. Namun, kebijakan ini menuai kritik karena dianggap kontradiktif dan berpotensi berdampak negatif bagi pelayanan publik. Menurut Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintahan saat ini memiliki sejumlah pertentangan.
“Di satu sisi, niatnya baik untuk mengurangi pemborosan. Namun, di sisi lain, jumlah kabinet yang sangat besar justru menunjukkan ketidakefisienan. Undang-Undang Kementerian Negara memang mengizinkan hingga 46 kementerian, tetapi jumlah menteri dan pejabat setingkat menteri saat ini melebihi 100. Jelas berlawanan dengan prinsip efisiensi itu sendiri,” jelasnya, Jumat (21/2/2025). Selain itu, kebijakan efisiensi juga berdampak pada sektor pelayanan publik yang vital, seperti pendidikan dan kesehatan. Pemerintah diketahui memangkas anggaran dua sektor ini secara signifikan sehingga mengundang reaksi keras masyarakat, terutama kalangan mahasiswa.
“Di dalam Undang-Undang Dasar jelas disebutkan bahwa anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN atau APBD. Pemotongan ini bukan hanya bertentangan dengan konstitusi, tetapi juga dengan tujuan negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan umum,” tambahnya. Pemerintah beralasan bahwa efisiensi anggaran dilakukan untuk mengalokasikan dana ke proyek-proyek strategis, salah satunya pendirian Danantara, sebuah holding company untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, Guru Besar UMS itu mengingatkan bahwa model seperti ini pernah bermasalah di negara lain, seperti skandal 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) di Malaysia.
“Pertanyaannya, bagaimana independensi dan efektivitas Danantara ini? Apakah akan benar-benar memperkuat BUMN, atau justru membuka celah baru bagi korupsi di lingkungan politik yang belum bersih?” ungkapnya. Selain dampak terhadap pendidikan dan kesehatan, kebijakan efisiensi juga menyebabkan pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai sektor, terutama tenaga honorer dan pekerja di industri yang bergantung pada anggaran negara. “Banyak hotel dan sektor jasa lainnya yang terdampak karena pemangkasan perjalanan dinas dan proyek pemerintah. Ini berpotensi menurunkan daya beli masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di daerah yang sangat bergantung pada dana APBN dan APBD,” katanya.
Memunculkan Pertanyaan Publik
Di sisi lain, alokasi anggaran untuk sektor pertahanan, kepolisian, dan intelijen tidak ada pemotongan yang signifikan. Hal ini memunculkan pertanyaan publik mengenai prioritas pemerintah dalam pengelolaan keuangan negara. “Jika efisiensi benar-benar diterapkan, seharusnya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya pada sektor yang langsung berdampak pada masyarakat,” tegasnya. Tidak hanya itu, lanjutnya, kondisi ini turut menuai kritik dari mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah yang diwujudkan dalam gerakan demonstrasi dengan tagar #IndonesiaGelap. Menurutnya, pemilihan kata tersebut mencerminkan kekhawatiran mahasiswa terhadap masa depan yang suram.
“Ketika pendidikan dan kesehatan tidak terjamin, ekonomi melemah, serta sistem politik masih korup, mereka merasa bahwa masa depan mereka tidak jelas. Ini adalah sinyal kuat bagi pemerintah untuk lebih bijak dalam menjalankan kebijakan efisiensi,” tekannya. Dengan semakin meningkatnya kritik terhadap kebijakan ini, pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi konkret yang tidak hanya berbasis efisiensi angka, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Lima Tim PPK Ormawa UMS Siap Dorong Inovasi dan Potensi Lokal di Boyolali
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi...
UMS Kembangkan Model Ekonomi Sirkular Desa Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah di Boyolali
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat hilirisasi inovasi melalui Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Binaan (P2DB). Program tersebut difokuskan...
63 Tahun SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan: Merawat Akhlak, Menjawab Tantangan Era Digital
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Enam puluh tiga tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah lembaga pendidikan untuk terus bertahan, tumbuh, dan bergerak mengikuti perubahan zaman. Di...
UMS Apresiasi Mahasiswa dari 41 Negara Lewat International Student Award 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan apresiasi kepada mahasiswa internasional melalui International Student Award 2026 bertajuk Recognizing Outstanding Achievement, Contribution, and Excellence di...
Pengurus Lazismu Pakistan Ikuti Penguatan Tata Kelola Bersama UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat jejaring internasional melalui pengembangan tata kelola lembaga filantropi Muhammadiyah. Kali ini, Wakil Dekan III Fakultas Agama...
Disertasi Doktor UMS Tawarkan Model Bi-Rahmah sebagai Solusi Pencegahan Bullying
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melahirkan riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan pendidikan. Siti Rahmawati resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam...
Pustakawan UMS Presentasikan Inovasi IMAM di University Malaya Malaysia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti studi banding ke Malaysia yang diselenggarakan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI)...
Pengabdian Masyarakat, Program Studi Profesi Psikolog UMS Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Siswa SMP
KARTASURA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan psikoedukasi bertema kesehatan mental bagi siswa baru...
Program Profesi Psikolog UMS Sampaikan Psikoedukasi di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura
KARTASURA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan psikoedukasi bertema “Membangun Muhjitos Team yang...
Mahasiswa UMS Gagas Gerakan Udara Bersih untuk Pelajar lewat GerakDampak Academy
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Abi Umaroh, mahasiswa Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP)...
UMS Nilai Penguatan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Nasional
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 2026 dinilai berpotensi menghambat upaya peningkatan budaya literasi di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan...
Mahasiswa Geografi UMS Gagas Program Mengajar Desa di Karanganyar
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas program Pengabdian Mengajar Desa di Desa Segorogunung, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang...






