Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Perlunya Riset Internal Mengukur Pengikut Muhammadiyah

Sholahuddin, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 15 Februari 2025 17:15 WIB
Perlunya Riset Internal Mengukur Pengikut Muhammadiyah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Simbol Muhammadiyah (Muhammadiyah.or.id).

Saat menutup Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah, Jumat (6/12/2024), di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, meminta Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diklitbang) PP Muhammadiyah untuk melakukan riset mengukur dinamika pengikut persyarikatan di Indonesia.

Haedar menyampaikan hal itu untuk memperoleh data dan informasi alternatif terkait hasil riset yang dilakukan Lembaga Riset Indonesia (LSI) pada 2023. Hasil riset LSI menunjukkan jumlah orang yang mengaku sebagai bagian dari Muhammadiyah turun drastis dari sebelumnya 9,5 persen pada 2005 menjadi 5,7 persen pada 2023. Sementara, orang yang mengaku menjadi bagian NU naik signifikan dari 27,5 persen pada 2005 menjadi 56,9 persen pada 2023.

Hasil riset LSI ini memantik diskusi menarik di persyarikatan. Kita seperti terkaget-kaget.  Benarkah hasil tersebut? Ada yang meragukan, ada yang cenderung membenarkan. Namun, terlepas sepakat atau tidak sepakat, kita perlu berterima kasih kepada LSI yang telah menyadarkan internal persyarikatan tentang fenomena jumlah pengikut organisasi yang didirikan Kiai Ahmad Dahlan pada 1912. Sebagian di antara kita tidak begitu perhatian terhadap dinamika pengikut organisasi keagamaan di Indonesia ini. Setidaknya, dengan temuan riset itu, di internal Muhammadiyah mulai berpikir serius tentang fenomena ini.

Selama ini, kita belum punya data pasti berapa jumlah pengikut Muhammadiyah atau orang yang mengaku sebagai orang Muhammadiyah. Pengikut Muhammadiyah tidak bisa hanya dilihat dari jumlah orang yang ber-KTM atau berkartu tanda anggota Muhammadiyah. Makna pengikut itu lebih luas daripada anggota yang memang tercatat secara administratif. Bisa kita tafsirkan, pengikut Muhammadiyah adalah orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari Muhammadiyah serta mengikuti manhaj (metode, cara, sistem berpikir) resmi persyarikatan. Seorang pengikut, tidak harus aktif secara organisatoris dalam struktur Muhammadiyah berikut organisasi yang berada di bawah naungannya, termasuk di amal usahanya, namun harus bermanhaj Muhammadiyah.

Informasi Penting

Saat ditanya Helmy Yahya tentang jumlah pengikut Muhammadiyah di channel Youtube, “Helmy Yahya Bicara”, Prof. Haedar tidak secara spesifik menyebut angkat. Dengan nada guyon, Haedar mengatakan, “Pokoknya orang yang kalau Idul Fitri ikut keputusan Muhammadiyah, ya berarti dia orang Muhammadiyah.”  Dari jawaban ini menyiratkan bahwa tidak mudah menghitung jumlah pasti pengikut persyarikatan.

Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah melalui survei, jajak pendapat, maupun riset lainnya. Ide Ketua Umum PP Muhammadiyah di atas tentu menjadi hal yang patut kita renungkan. Hasil survei yang dilakukan oleh Muhammadiyah akan menjadi data dan informasi strategis berikut dinamika kepengikutan di Persyarikatan. Bagaimana pun, data hasil riset harus dibandingkan dengan data hasil riset pula. Ini semata-mata agar terjadi proses berdialektika secara elegan. Tidak boleh membantah hasil survei hanya menggunakan intuisi atau pernyataan-pernyataan subjektif lainnya.

Perlunya membuat riset alternatif ini karena Haedar Nashir masih ragu terkait temuan riset LSI. Dengan asumsi pengikut Muhammadiyah di Indonesia berjumlah 5,7 persen, sesuai data statistik jumlah umat Islam di Indonesia adalah 240 juta, maka bisa kita diperoleh angka 13,5 juta pengikut Muhammadiyah versi LSI. Haedar Nashir berargumen, jumlah tersebut tidak selaras dengan jumlah orang yang menerima layanan Muhammadiyah secara keseluruhan yang kian tumbuh jumlahnya. Selama ini Muhammadiyah menyediakan berbagai layanan ke publik, baik itu layanan pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi, layanan kesehatan, layanan sosial-kemanusiaan, maupun layanan lainnya yang tidak bisa kita sebut satu persatu.

Kita yakin, Muhammadiyah sangat mampu melakukan riset seperti tersebut di atas. Secara metodologis, riset jenis survei ini tidak begitu sulit, simpleks (sederhana) saja.  Persyarikatan punya banyak pakar yang andal sebagai tim riset. Persyarikatan juga tidak akan kesulitan membiayai survei ini. Kita mengusulkan, riset yang dilakukan Majelis Diklitbang bisa dilakukan secara rutin, bisa setiap dua atau tiga tahun. Riset rutin ini untuk terus memantau dinamika pengikut persyarikatan yang bisa juga dikaitkan dengan variabel-variabel lainnya, sesuai kebutuhan kita. Orang Muhammadiyah sendiri yang mestinya jauh lebih paham jeroan persyarikatan sehingga bisa mendesain riset dengan metodologi yang jauh lebih baik.

Harapannya, mampu menghasilkan data dan informasi yang dibutuhkan sebagai basis pengambilan keputusan. Sehebat apa pun lembaga survei di luar sana, tetap ada unsur “subjektivitas” terkait tujuan riset, jumlah sampel, teknik pengambilan sampel, persebaran area sampel, termasuk bagaimana menyusun kuesioner yang kesemuanya itu perlu menjadi basis bagaimana menafsirkan angka-angka hasil survei produk LSI tersebut.

Kita tunggu saja kabar baik hasil riset Majelis Diklitbang ini…

Berita Terbaru

Mahasiswa UMS Tawarkan Terapi Hortikultura bagi Komunitas Disabilitas Boyolali 

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengawali rangkaian program pengabdian melalui kegiatan Sapa Mitra 1...

UMS Dorong 490 Penerima Beasiswa Kader Jadi Pemimpin Masa Depan Muhammadiyah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) menggelar kegiatan Silaturahmi, Pendampingan, dan Koordinasi Penerima Beasiswa Kader UMS,...

Turun ke Bawah, Rangkul Anak Muda

Proses pengaderan Persyarikatan di arus bawah, di Cabang dan Ranting, masih menjadi persoalan serius, khususnya di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo. Umumnya, pengurus...

Peminat UMS Meningkat, Pendaftar PMB 2026 Tembus 20.830 Orang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat kenaikan jumlah pendaftar pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Hingga 15 Juni 2026, jumlah calon mahasiswa yang...

UMS Latih 61 Guru IGABA Klaten Tengah Ciptakan Pembelajaran PAUD Inovatif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini,...

Kolaborasi dengan BI, UMS Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi Umat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat melalui program pengembangan ekonomi berbasis masjid yang berlangsung...

Family Day SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ratusan peserta memadati SD Muhammadiyah 1 Solo dalam gelaran Family Day 2026 yang digelar meriah pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan akhir tahun ajaran...

Belajar dari Alumni, MPAI UMS Kupas Strategi Lulus Cepat dan Raih Beasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar seminar bertajuk “S2 Tanpa Beban: Cara Pintar Atur Waktu Kuliah Cepat, Kerja...

Olah Jelantah Jadi Bernilai, Program UMS Bantu UMKM Rumah Tangga di Wonogiri

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi program pemberdayaan masyarakat bertajuk Model Integratif Pemberdayaan Ekonomi Sirkular dan Ketahanan...

Bahas Isu Lingkungan dan SDGs, UMS Libatkan IMM dan Ormawa Kampus

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar rapat koordinasi bersama Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-UMS dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) lainnya untuk...

Lolos Pendanaan Nasional, Tim PPK Ormawa UMS Dapat Pembekalan Khusus

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pembekalan Internal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bagi tim...

Jangan Antikritik

Pesan jangan antikritik ini sampaikan Pak Marpuji Ali saat acara “Silaturahim dan Buka Bersama” yang diikuti oleh seluru GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Perguruan Muhammadiyah...