Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Workshop IPM Solo-Mafindo: Ada Kaitan Erat antara Demokrasi dengan Cek Fakta…

Tim Redaksi, Editor: Sholahuddin
Minggu, 6 Oktober 2024 14:02 WIB
Workshop IPM Solo-Mafindo: Ada Kaitan Erat antara Demokrasi dengan Cek Fakta…
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Koordinator Mafindo Soloraya, Erwina Tri Sulistyaningurm (berdiri), saat membuka acara Mini Workshop Demokrasi Sehat dengan Cek Fakta, Sabtu (6/10/2024) di Pusdiklat Darmo Tjahjono Perguruan Muhammadiyah Solo. (Mafindo).

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) Soloraya bersama Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Solo berkolaborasi mengedukasi para pemilih pemula agar bisa membangun demokrasi sehat melalu cek fakta, Sabtu (5/10/2024).

Pada Mini Workshop Bertema “Demokrasi Sehat Melalui Cek Fakta” ini para pemilih pemula yang terdiri dari aktivitas IPM dan Forum OSIS Solo belajar bersama tentang relasi antara informasi yang sehat dengan demokrasi yang sehat. Pada acara yang diselenggarakan di Pusdiklat Darmo Tjahjono Perguruan Muhammadiyah Solo ini, para peserta mendapatkan dua materi. Pertama tentang “Informasi Sehat, Demokrasi Sehat” dengan pemantik diskusi Sholahuddin, relawan Mafindo Soloraya. Kedua, materi “Cek Fakta” yang disampaikan Fact Checker Mafindo, Luthfiyah Oktari Jasmien.

Narasumber pertama, Sholahuddin, mengajak diskusi secara interaktif dengan peserta tentang demokrasi yang sehat. Dia mengatakan ada kaitan erat antara informasi yang sehat dengan demokrasi yang sehat. Asupan informasi yang baik bagi seorang warga, akan memengaruhi perspektif, cara pandang, sikap dan perilaku mereka dalam berdemokrasi. Karena itu, jelasnya, sebagai pemilih pemula, para remaja ini sangat penting untuk mengonsumsi informasi yang telah melalui verifikasi, khususnya melalui cek fakta.

Setidaknya ada beberapa peran sebagai warga untuk membangun demokrasi yang sehat. Pertama berpartisipsi sebagai pemilih dalam pemilihan umum (pemilu) maupun pemilihan kepala daerah (pilkada). Dalam memilih para kandidat, para pemilih pemula perlu mengumpulkan data, informasi, rekam jejak, program kerja para kandidat. “Bagi saya, siapa yang akan Anda pilih itu tidak penting. Yang paling penting adalah argumentasi Anda saat menentukan pilihan itu,” ujarnya. Selama data, informasi, rekam jejak para kandidat itu menjadi pertimbangan para pemilih, itu artinya para pemilih sudah melakukan langkah benar untuk menciptakan demokrasi yang sehat. Kedua, warga negara bisa membangun demokrasi dengan terlibat aktif pada isu-isu publik. Misalnya mencurahkan pendapat melalui media sosial. Dalam berargumentasi, peserta mini workshop harus mendasarkan diri informasi yang benar. Sehingga setiap warga bisa terlibat dialog yang sehat dengan pikiran terbuka di ruang publik.

Praktik Cek Fakta

Pada sesi kedua, Luthfiyah OJ, mengajak peserta bisa melakukan cek fakta secara sederhana. Luthfiyah mengenalkan ciri-ciri konten yang dicurigai sebagai hoaks. Antara lain sumber informasinya tidak jelas dan membingungkan; Konten cenderung memancing emosi; konten berlebihan; kemudian si penyebar hoaks juga meminta menyebarkan konten itu secara masif. “Setelah mencurigai konten hoaks, kalian bisa melalukan pengecekan fakta melalui aplikasi yang tersedia,” ujar alumnus Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN Raden Mas Said Solo ini.

Peserta Mini Workshop Demokrasi Sehat dengan Cek Fakta berfoto bersama. (Mafindo).

Luthfiyah kemudian mengenal tool atau alat bantu untuk pengecekan fakta. Misalnya melalui power googling di menu mesin pencari, seperti Google. Untuk mengecek keaslian foto, peserta bisa menggunakan seperti Google Lens, Yandeks Image. “Kalian bisa juga menggunakan Google Maps untuk mengecek keaslian lokasi,” ujarnya. Sedangkan untuk cek fakta dalam bentuk video, bisa menggunakan tool Invid yang bisa diunduh di komputer. Yang menarik, narasumber kedua ini memberi tantangan menarik kepada peserta untuk mempraktikkan teori pengecekan fakta. Luthfiyah menyodorkan berapa foto untuk dicek keasliannya menggunakan beberapa tool. Peserta yang berhasil melakukan cek fakta, Mafindo memberikan kejutan hadiah kaus cekta fakta dan hadiah menarik lainnya.

Koordinator Mafindo Soloraya, Erwina Tri S, menjelaskan di era informasi yang serba cepat ini, tantangan terbesar bagi demokrasi adalah melawan penyebaran berita palsu dan disinformasi. “Informasi yang salah atau menyesatkan dapat merusak proses demokrasi, memengaruhi opini publik secara negatif. Bahkan bisa mengancam stabilitas sosial. Untuk itu, melalui kegiatan ini kami ingin membekali anak-anak muda khususnya pemilih pemula agar memiliki keterampilan dalam cek fakta dan memverifikasi informasi agar dapat berpartisipasi secara aktif dan efektif dalam proses demokrasi,” jelas Erwina.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program aktivasi relawan Mafindo wilayah untuk kegiatan antihoaks jelang pilkada. “Selama September – Oktober ini selain Solo, ada 14 wilayah lain yang menggelar kegiatan sejenis, dengan beragam tema dan metode kegiatan,” jelasnya.

Berita Terbaru

Tingkatkan Kualitas Layanan, RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali Lakukan Groundbreaking Gedung Baru

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali resmi memulai proyek pembangunan perluasan Gedung A. Langkah strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dirangkaikan dengan...

IMM FKIP UMS Gandeng Warga Susun SOP Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar...

Peduli Korban Gempa NTT, IMM Sukoharjo Gelar Penggalangan Dana

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa...

Wayang Kulit Jadi Media Dakwah, IMM Jawa Tengah Angkat Lakon Suta Sudarma

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran...

Teknik Mesin UMS Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Era Kendaraan Listrik

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan listrik. Upaya...

Kwarda HW Solo Siapkan 85 Calon Pelatih Lewat Jaya Melati 1

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kota Solo bersiap menggelar pendidikan dan pelatihan bagi calon pelatih kepanduan HW tingkat dasar atau Jaya Melati...

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Sampaikan 5 Pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon, Kota Solo, The Favourite School, H.M. Rusmanto, menyampaikan lima pesan penting Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, sebagai...

KKN-MAs Sukses Gelar Program “Isi Piringku” di Kab. Malang

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi seimbang sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN-MAs) sukses menggelar program kerja bertajuk “Isi Piringku” di Sekolah...

Monica Subastia Pimpin PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Penetapan tersebut melalui Sidang...

Eco Bhinneka Muhammadiyah Berbagi Praktik Baik Eco Sociopreneurship di Muktamar NA

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow “Dari Rumah, Menggerakkan Perubahan” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Colomadu, Karanganyar,...

Haedar Nashir: Muktamar Harus Menjadi Ruang Musyawarah, Bukan Ketegangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan agar muktamar tidak dimaknai sekadar sebagai forum organisasi atau pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar...

Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur PPNA Periode 2026–2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Kota Solo berhasil menetapkan 13 formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Sabtu (8/8/2026) dini hari....