
JOGJA, MUHAMAMDIYAHSOLO.COM-Isu gempa besar atau megathrust yang diprediksi akan menimpa Indonesia jelas menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Namun, khawatir saja tentu tidak akan menyelesaikan masalah, diperlukan sosialisasi dan pemberian edukasi mengenai apa itu gempa megathrust, serta upaya untuk mitigasi demi meminimalisir dampak dan korbannya.
Inilah yang dilakukan oleh Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bekerja sama dengan TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Kauman, Kota Yogyakarta dengan mengadakan Simulasi Penanganan Bencana, pada Jumat (30/8/2024) pagi.
Melalui siaran pers yang diterima muhammadiyahsolo.com, Sabtu (31/8/2024), simulasi melibatkan para guru, tenaga kependidikan (tendik), serta murid dan orang tua maupun wali murid. Simulasi diawali dengan sosialisasi mengenai pengetahuan soal potensi gempa megathrust yang kemungkinan bisa menimpa Indonesia, terutama di DI Yogyakarta.
Selanjutnya, para siswa langsung menjalani praktik evakuasi yang diarahkan oleh para guru dan tendik bersama fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) MDMC PP Muhammadiyah. Sambil bernyanyi, para guru dan tendik mengarahkan murid-murid TK ABA Kauman untuk tetap tenang, tidak panik serta langsung berlindung di bawah meja ketika merasakan getaran gempa.
Ketika situasi terasa aman, diiringi dengan suara kentongan peringatan darurat, para murid sambil berbaris rapi diarahkan oleh Kepala TK dan segenap guru bersama MDMC untuk evakuasi ke luar gedung menuju titik kumpul yang sudah ditentukan, yaitu di area Masjid Gedhe Kauman.
Setelah berada di titik kumpul, semua murid mendengarkan secara seksama arahan evakuasi dan mitigasi dari Kepala TK dan para guru. Kemudian, simulasi berakhir dengan semua murid dan guru kembali ke gedung TK ABA Kauman.
Kegiatan sosialisasi dan simulasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran warga dalam menghadapi kebencanaan. Apalagi, tidak bisa diprediksi kapan dan di mana bencana itu akan terjadi. “Kesadaran dimulai dari anak-anak, tapi perlu didampingi orang tua. Sehingga mereka punya awareness terhadap kebencanaan,” kata Ketua LRB PP Muhammadiyah, Budi Setiawan. Maka, simulasi yang dilakukan TK ABA Kauman ini cukup menarik karena komunikasi di jenjang TK berbeda dengan komunikasi orang dewasa. Komunikasi menjadi sangat menentukan dan dari arahan para guru, anak-anak bisa memiliki awareness jika seandainya bencana terjadi. “Peran guru tentunya sangat krusial. Di samping juga perlu dilihat kondisi gedung dan area sekitar seperti apa (saat evakuasi),” jelas Budi.
Mendukung Penuh
Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY, Yuni Purwati, mendukung penuh kegiatan simulasi ini. Menurutnya, sangat penting untuk menanamkan pengetahuan dan keterampilan demi keselamatan masyarakat. Setidaknya (jika bencana terjadi) kita dapat meminimalkan korban karena kita mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dan keterampilan. “Kalau tidak bisa menghindar, maka tugas kita memberi pengetahuan dan keterampilan agar bisa selamat, baik diri sendiri maupun kolega dan orang sekitar termasuk anak-anak,” tegas Yuni. Yuni juga berharap kegiatan ini bisa diadakan rutin dan dimasukkan ke dalam program tahunan. “Biar anak-anak memiliki bekal dalam menghadapi kebencanaan,” lanjutnya
Dari pihak pemerintah, yaitu Kemantren Gondomanan turut hadir dalam simulasi ini. Erni, selaku Pengawas TK di Kemantren Gondomanan mengaku tidak menyangka ternyata anak-anak TK ABA Kauman bisa melakukan tahap demi tahap simulasi kebencanaan.
Kepala TK ABA Kauman Emi Widayati, mengaku bersyukur bisa melaksanakan simulasi aman bencana untuk pembelajaran bagi anak-anak di TK ABA Kauman bersama guru dan keluarga masing-masing. “Pastinya kami juga sangat-sangat bersenang hati, suatu penghargaan bagi kami mempunyai program penanggulangan aman bencana. Semoga nanti di lembaga lain bisa bisa mengikuti seperti di TK ABA Kauman dan mungkin di TK ‘Aisyiyah se-Kota Yogyakarta juga demikian.
TK ABA Kauman merupakan TK pertama yang dirintis oleh ‘Aisyiyah pada 21 Agustus 1919, sekaligus menjadi TK pertama yang berdiri dan perintis Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia. Sebelumnya, pendidikan usia dini yang dirintis Nyai Ahmad Dahlan itu diberi nama Froebel Kindergarten ‘Aisyiyah, namun kemudian hari berubah menjadi ‘Aisyiyah Bustanul Athfal yang berarti taman bermain anak ‘Aisyiyah.
Tanamkan Hidup Sehat, 82 Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Belajar Merawat Gigi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak 82 murid kelas II SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Kota Solo, belajar menjaga kesehatan gigi melalui kegiatan Parents’ Day bertema “Healthy Teeth,...
Momentum Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, Murid MTs Muhammadiyah Surakarta Asah Keterampilan Jurnalistik
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-MTs Muhammadiyah Surakarta menyambut Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa dengan menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda sekaligus seminar bulan bahasa dengan tema “Jurnalis...
Persiapan Hadapi TKA, Siswa SMA Muhammadiyah 2 Solo Gelar Doa Bersama
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang krusial bagi masa depan siswa kelas XII, SMA Muhammadiyah 2, Kota Solo menggelar kegiatan spiritual berupa sholat...
IPM SMP Muhammadiyah Alam Surya Mentari Tanamkan Kepedulian Sosial melalui Aksi Nyata
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Berbagi tidak harus menunggu berlebih. Satu kebaikan sederhana dapat menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang. Semangat inilah yang diwujudkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah...
Tiga Kader IPM SMP Mutu Colomadu Ikut Musyda IPM Karanganyar
COLOMADU, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pengaderan di Muhammadiyah tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, ia bermula dari ruang sederhana bernama sekolah, dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting, dari...
Dua Siswa SD Muhammadiyah Program Unggulan, Colomadu Juarai Pencak Silat Tingkat Nasional
COLOMADU, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Gembira dan bahagia menyelimuti hati dan wajah dua orang murid SD Muhammadiyah Program Unggulan, Colomadu, Karanganyar, Ananda Alesha Sarah Widyantara dan Syauqi Tapi Al...
SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Peringati Hari Santri dan Bulan Bahasa 2026 dengan Membaca Bersama
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan menyemarakkan Bulan Bahasa 2026, SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta mengadakan kegiatan Membaca Bersama dan Dongeng dengan konsep...
Kepala Kemenag Surakarta Kunjungi MA Muhammadiyah, Apresiasi Pelaksanaan TKA Perdana
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Madrasah ‘Aliyah (MA) Muhammadiyah Surakarta mendapat kehormatan menerima kunjungan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, Kamis (29/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi...
Tim Futsal SD Mapan Juara I dan Best Player Turnamen LSBO PDM Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim futsal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Solo atau SD Mapan meraih dua penghargaan dalam Turnamen Futsal yang diselenggarakan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga...
SD Muhammadiyah PK Solo Ajak Murid Sulap Galon Bekas Jadi Minipond
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 66 murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Parents’ Day bertajuk “Kreasi Minipond Ekosistem dari Galon Bekas”...
International Native Speaker Latih Kepercayaan Diri Siswa SD Muhammadiyah 14 Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Solo menggelar kegiatan International Native Speaker bertema “Speak Globally, Shine Brightly!” pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula...
Sempat Sakit, Siswa SMP Muhammadiyah 7 Colomadu Raih Gelar di Ajang Badminton
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Muhammad Fakhri Pratama, siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu, meraih juara II cabang bulu tangkis tunggal putra dalam Lomba Sayap...






