Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kabarmu

M Ikhwan Ahada Ketua PWM DIY Raih Gelar Doktor setelah Meneliti Kepemimpinan Pak AR Fachruddin

Tim Redaksi, Editor: Sugiharko Sahid
Selasa, 13 Juni 2023 19:43 WIB
M Ikhwan Ahada Ketua PWM DIY Raih Gelar Doktor setelah Meneliti Kepemimpinan Pak AR Fachruddin
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Muhammad Ikhwan Ahada, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) usai menjalani Ujian Disertasi Terbuka Promosi Doktor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam bidang Psikologi Kepemimpinan Islam pada Selasa (13/6/2023) di Gedung Pascasarjana UMY.

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammad Ikhwan Ahada, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) menjalani Ujian Disertasi Terbuka Promosi Doktor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam bidang Psikologi Kepemimpinan Islam pada Selasa (13/6/2023) di Gedung Pascasarjana UMY.

Disertasi Ikhwan berjudul Oase Kepemimpinan KH AR Fachruddin sebagai Servant Leader (Analisis Psikologi Kepemimpinan) dengan Pimpinan Sidang yang terdiri atas:
Ketua: Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. IPM., ASEAN.Eng.
Sekretaris: Ir. Sri Atmaja P. Rosyidi, M.Sc.Eng., Ph.D., P.Eng., IPI., ASEAN.Eng.

Promotor
Prof. Dr. Siswanto Masruri, M.A.
Dr. Khoirudin Bashori, M.Si.
Prof. Dr. Muhammad Azhar, M.Ag.

Penguji
Prof. Hilman Latief., M.A., Ph.D.
Dr. Zuly Qodir, M.Ag.
Prof. Dr. M. Noor Rochman Hadjam, S.U.

Dalam disertasi ini, Ikhwan memilih topik penelitian tentang kepemimpinan Pak AR karena Pak AR dikenal dengan karakternya yang luar biasa. “Pak AR merupakan pemimpin Muhammadiyah terlama, terkenal dengan kesederhanaan dan kesahajaannya,” kata Ikhwan saat ditanya tentang alasan memilih kepemimpinan Pak AR sebagai objek penelitian.

Adapun servant leaders yang diangkat merupakan teori Greenleaf (1990) yang menjelaskan tentang kepemimpinan etis. “Servant leaders memiliki karakteristik 1) mendengarkan, 2) menerima orang lain dan empati, 3) kemampuan memprediksi, 4) persuasif, 5) konseptualisasi, 6) memperbaiki, 7) melayani, 8) komitmen pertumbuhan manusia, 9) membangun komunitas,” lanjut Ikhwan.

Secara sederhana, servant leader adalah pemimpin yang melayani anggota organisasi maupun pengikutnya. “Servant leader secara bahasa berarti seorang pemimpin yang melayani, sekaligus mampu meredakan kecemasan anggota dan organisasi yang dilayaninya,” tukas Ikhwan.

Selain menggunakan analisis Greenleaf, Ikhwan juga menganalisis kepemimpinan Pak AR menggunakan Perspektif Maxwell tentang Level Kepemimpinan. “Fase pertama, yaitu jabatan saat Pak AR menjabat sebagai Ketua PDM Kota Yogyakarta. Selanjutnya perkenanan saat beliau terpilih menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah menggantikan KH Faqih Usman yang wafat,” terang Ikhwan.

“Lalu fase produktivitas dapat ditinjau dari banyaknya produk tulisan maupun orasi melalui RRI dan TVRI. Fase keempat adalah Mengembangkan Orang Lain yang dilakukan Pak AR dengan memberdayakan kader-kader Muhammadiyah untuk mengembangkan Muhammadiyah di penjuru negeri. Fase kelima, Puncak, di mana Pak AR mengundurkan diri sebagai Ketua PP Muhammadiyah,” lanjutnya.

Menurut Ikhwan, karakter Pakk AR ini lahir karena: 1) Penanaman sikap seorang abdi dan bangsawan di lingkungan Puro Pakualaman, 2) Penanaman nilai-nilai Islam dari kitab-kitab rujukan primer islam, serta 3) Budaya Jawa yang adiluhung.

Pada kesimpulan, Pak AR memenuhi karakter kepemimpinan berdasarkan Greenleaf, Maxwell, bahkan Kuntowijoyo. Ikhwan berpendapat bahwa Pak AR memiliki karakter Post Servant Leader. “Karena Pak AR merupakan pemimpin Muhammadiyah terlama, terkenal dengan kesederhanaan dan kesahajaannya. Seorang pemimpin yang melayani, sekaligus mampu meredakan kecemasan anggota dan organisasi yang dilayaninya,” tutur Ikhwan.

Meski begitu, bukan berarti Pak AR tanpa kelemahan dan kekurangan. “Dalam ranah pembimbingan pemimpin penerus inilah kelemahan K.H. A.R. Fachruddin sangat terlihat, yaitu tidak melahirkan generasi pemimpin Muhammadiyah yang mendekati atau bahkan menyamai kualitas kepemimpinan beliau,” jelas Ikhwan.

Melalui disertasi ini, Muhammad Ikhwan Ahada dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan mendapatkan gelar Doktor Psikologi Pendidikan Islam. Muh. Ikhwan Ahada merupakan Doktor ke-181 yang diluluskan oleh UMY. (*)

Berita Terbaru

PP Muhammadiyah Serukan Gerakan Infak Salat Jumat untuk Korban Banjir

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menginstruksikan penghimpunan infak Salat Jumat untuk bantuan kemanusiaan korban bencana banjir dan tanah longsor. Langkah itu sebagai respons cepat atas...

Dua Ribu Orang Hadiri Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah dan PKU Muhammadiyah Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Sekitar dua ribu warga Muhammadiyah hadir dalam acara Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah ke-111 dan Resepsi Milad PKU Muhammadiyah Solo ke-96. Kegiatan yang digelar...

Museum Peradaban Islam Asia Tenggara Segera Hadir di Edutorium UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.CO–Museum Perdaban Islam Asia Tenggara akan segera hadir di Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Museum ini akan melengkapi Edutorium UMS yang selama ini...

Sambut Hari Guru, Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Kirim Kartu Pos untuk Guru

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Ada banyak cara menyambut Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November. Seperti yang dilakukan sejumlah 81 murid kelas VI SD Muhammadiyah...

Peringati Hari Guru, Guru SMP Muhammadiyah PK Gelar Lomba Tarik Tambang hingga Memasak

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo memiliki cara yang berbeda setiap tahun dalam memperingati Hari Guru Nasional (HGN). Sesuai dengan tema Bergerak...

Anies Baswedan Janji Ajak Masyarakat Sipil Berkolaborasi dengan Negara

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Pasangan calon presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres) nomor urut 1, Anies Baswedan-A.Muhaimin Iskandar, berjanji akan menjadikan pemerataan pembangunan sebagai prioritas penting dalam visi...

Enam Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jateng Bentuk Center of Excellent

Solo, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama lima perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya di Jawa Tengah mulai membahas organ baru yang akan segera dikukuhkan yaitu Center...

Baru diluncurkan, Program GIP-111 Mampu Kumpulkan Dana Rp82 Miliar

Jogja, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan program Gerakan Infak Pendidikan atau GIP-111 tepat pada perayaan Milad Muhammadiyah ke-111 di Gedung Sportorium kampus Universitas Muhammadiyah...

Sambut Milad Muhammadiyah ke-111, Hizbul Wathan Solo Gelar Apel Akbar

Solo, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan akan menyelenggarakan apel Akbar Hizbul Wathan untuk menyemarakkan milad ke-111 Muhammadiyah....

Siswa SMP Muhammadiyah PK Sabet Dua Juara School Creative Hub Gojek se-Soloraya

Solo, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo, Bara Kaori Satya Maharani, menyabet dua penghargaan dalam ajang perlombaan Gojek School Creative Hub 2023...

UMS Beri Penguatan Keislaman untuk Keluarga WNI Lintas Budaya dan Muslim Baru di Australia

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) memfasilitasi dosen untuk mengabdi di luar negeri melalui skema program...

Mahasiswa UMS Raih Silver Medal dan Special Award pada Ajang SIIF 2023 di Korea Selatan

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Kolaborasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih Silver Medal dan Special Award pada ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2023, dengan...

Leave a comment