Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Sekolah

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Ikut Inspirasi Menggagas Integritas

Jatmiko, Editor: Yusuf R. Yanuri
Selasa, 13 Desember 2022 20:38 WIB
SD Muhammadiyah 1 Ketelan Ikut Inspirasi Menggagas Integritas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendidikan Indonesia abad XXI menempatkan kembali pendidikan karakter sebagai ruh atau demensi terdalam pendidikan nasional, berdampingan intelektualitas yang dapat dilihat dari pencapaian kompetensi.

Karakter yang kuat disertai kompetensi yang tinggi diharapkan akan mampu memenuhi berbagai kebutuhan, tantangan dan tuntutan. Oleh karena itu, selain pengembangan intelektualitas, pengembangan karakter peserta didik sangatlah utama dalam pendidikan.

Sebagai jantung hati, pendidikan karakter mengintegrasikan, memperdalam, memperluas dan menyelaraskan berbagai program yang ada di sekolah. Mengintegrasikan kegiatan kelas di luar kelas, sekolah di luar sekolah. Memadukan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Pelibatan seluruh warga sekolah, keluarga dan masyarakat. Penyelarasan tugas pokok guru, manajemen berbasis sekolah dan fungsi komite sekolah.

Sri Sayekti, Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berbagi pengalaman dan sharing praktik baik di Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 Ruang Binakarna, Lantai 1 Hotel Bidakara Jakarta Bersama Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan bidang Humas Dwi Jatmiko.

“Sebagai salah satu Sekolah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Sekolah Penggerak kami merasa terpanggil untuk ikut serta menyukseskan pendidikan anti korupsi (PAK),” tutur Sayekti, Sabtu (10/11/2022).

Sayekti mengungkapkan pendidikan anti korupsi di satuan pendidikan terutama di sekolah dasar merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang kritis terhadap nilai-nilai anti korupsi.

Dalam proses tersebut, maka pendidikan anti korupsi bukan sekedar media bagi transfer pengalihan pengetahuan (kognitif) namun juga menekankan pada upaya pembentukan karakter (afektif) dan kesadaran moral dalam melakukan perlawanan (psikomotorik) terhadap penyimpangan perilaku korupsi.

“Pendidikan antikorupsi (PAK) merupakan upaya preventif yang dapat dilakukan untuk generasi muda sejak dini, dengan melalui tiga jalur,” ujar Sayekti.

Lebih lanjut dijelaskan Sayekti, pendidikan di sekolah yang disebut dengan pendidikan formal. Pendidikan di lingkungan keluarga yang disebut dengan pendidikan informal. Sementara pendidikan di masyarakat yang disebut dengan pendidikan nonformal.

Sekolah berfungsi sebagai pengembangan pendidikan intelektual dan juga bertujuan membangun karakter atau membangun nilai-nilai kemanusiaan siswa.

“Pendidikan antikorupsi dalam konteks ini termasuk dalam kategori pendidikan nilai. Karena yang ingin dikejar oleh pendidikan antikorupsi tidak lain adalah membentengi anak-anak dari perilaku koruptif dengan membekali nilai-nilai luhur sebagaimana dikembangkan oleh pendidikan nilai karakter,” kata Sayekti.

Pendidikan anti korupsi tentunya harus mengintegrasikan domain pengetahuan (kognitif), sikap serta perilaku (afeksi), dan keterampilan (psikomotorik). Nilai-nilai PAK harus ditanamkan, dihayati, diamalkan setiap insan Indonesia sejak usia dini sampai perguruan tinggi. Bila perlu long life education. Artinya nilai-nilai PAK menjadi nafas di setiap waktu, setiap tempat semasa masih hidup.

“Maka yang dibutuhkan sekolah adalah model penyelenggaraan PAK terbaik dan model yang dapat dilakukan. Yaitu model Terintegrasi dalam mata pelajaran, model di luar pembelajaran melalui kegiatan ekstrakurikuler dan model pembudayaan/pembiasaan milai dalam seluruh aktivitas kehidupan siswa,” kata Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo tersebut.

Sebagai sosok teladan yang terpilih menjadi kepala sekolah penggerak, Sayekti juga harus menyiapkan guru-guru yang unggul, memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial yang baik.

“Saya memilih guru dan tim work dengan kompetensi profesional artinya pendidk yang tidak gagap teknologi alias dia harus melek IT. Sehingga merealisasi kegiatan pembelajaran penanaman nilai-nilai antikorupsi pada diri siswa. Yaitu melekatnya nilai-nilai kejujuran, tanggungjawab, kemandirian, kedisiplinan, keberanian, keadilan, kesederhanaan, kerja keras, kepedulian dan tidak korupsi,” tutur Sayekti.

Berita Terbaru

PK Competition 2026 SMP Muhammadiyah PK Solo Diikuti 237 Siswa SD/MI se-Solo Raya

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 237 siswa SD/MI dari berbagai daerah di Solo Raya mengikuti PK Competition 2026 yang digelar SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo,...

Outing Class ke YPAC, Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Solo Semai Empati

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 82 murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo belajar memahami empati, kepedulian, dan rasa syukur melalui kegiatan outing class...

Siswa SMK Muhammadiyah 5 Solo Juara 1 Lomba Pidato MAPSI 2026

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Siswa SMK Muhammadiyah 5 Solo, Joko Susanto, meraih Juara 1 Lomba Pidato dalam ajang Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) 2026...

Field Trip Edukatif SD Muhammadiyah PK Solo: Dari Bajak Sawah hingga Kayak

SLEMAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti field trip edukatif di Ledok Sambi Ecopark, Pakem, Sleman, Rabu...

Guru-Karyawan SD Muh 1 dan SMP Muh PKBS Didorong Perkuat Profesionalisme dan Komitmen Persyarikatan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Profesionalisme guru tidak cukup dibangun melalui kemampuan mengajar di ruang kelas. Komitmen terhadap sekolah, kebersamaan, dan persyarikatan juga menjadi bagian penting. Hal itu diungkapkan...

SMP Muhammadiyah 7 Kota Solo Gelar Pawai Kebudayaan di CFD

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-SMP Muhammadiyah 7 Kota Solo menggelar pawai Kebudayaan  bertajuk “Bersama Melangkah, Bersama Menginspirasi, Bersama Membangun Generasi Berprestasi”, Minggu (6/9/2026). Pawai ini menampilkan kepiwaian siswa-siswi...

Pemanfaatan AI di Sekolah Muhammadiyah Didorong Berlandaskan Nilai AIK

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Kerja (Raker) Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen)...

SD Muhammadiyah 1 Solo Bangun Kelas Humanis, Integrasikan Koding dan AI

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo terus mengembangkan pembelajaran yang menempatkan murid sebagai bagian utama dalam proses pendidikan. Memasuki usia 91 tahun, sekolah tersebut...

62 Prestasi Diborong Siswa SD Muhammadiyah 1 Solo Sepanjang Agustus 2026

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo menorehkan 62 prestasi sepanjang Agustus 2026. Capaian tersebut diraih dalam berbagai bidang, mulai dari olahraga, seni, hingga...

Renang Jadi Cara SD Muhammadiyah 1 Solo Asah Bakat dan Motorik Siswa

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kolam renang menjadi ruang belajar berbeda bagi siswa kelas III SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo. Alih-alih membawa buku dan duduk di dalam kelas,...

Karnaval Budaya hingga Pentas Seni, SD Muhammadiyah PK Solo Semarakkan HUT ke-81 RI

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Semangat kebersamaan antara sekolah dan masyarakat terlihat dalam Karnaval dan Jalan Sehat Bersama Warga RW IX Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Minggu (30/8/2026)....

Tanamkan Peduli Lingkungan, Siswa MTs Muhammadiyah Solo Praktik Pilah Sampah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan sejak dini oleh MTs Muhammadiyah Surakarta melalui Gerakan Madrasah Bersih dan Bebas Sampah (GEMAS). Puluhan siswa kelas VII dan...