Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Catatan Diskusi AMM : Tantangan Kehidupan Keagamaan Era Disrupsi

Tim Redaksi, Editor: Sugiharko Sahid
Kamis, 14 April 2022 15:04 WIB
Catatan Diskusi AMM :  Tantangan Kehidupan Keagamaan Era Disrupsi
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Diskusi AMM di Balai Muhammadiyah

Oleh : Hendro Susilo *)

MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Selasa, 12 April 2022 AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) kota Surakarta yang terdiri dari organisasi otonom Muhammadyah (Ortom) meliputi Pemuda Muhammadiyah, NA, HW, IMM,IPM, dan TS mengadakan silaturahmi sekaligus diskusi terkait tantangan kader muda Muhammadiyah di era disrupsi. Hadir sebagai narasumber dan pemantik diskusi adalah ustaz Mutohharun Jinan (Dosen FAI UMS) yang memaparkan karakteristik kehidupan era disrupsi yang membawa perubahan mendasar di berbagai bidang kehidupan.

Saya sebagai moderator mencatat hal-hal yang menarik untuk dicermati dalam diskusi tersebut. Diawal pemaparan, ustaz Mutohharun Jinan membahas era disrupsi dari buku Francis Fukuyama berjudul “The Great Disruption” dan buku Anthony Giddens berjudul “Runaway World”. Bahwasannya dunia hari ini sedang menghadapi fenomena disrupsi. Dimana situasi pergerakan peradaban tidak lagi linier, perubahan yang terjadi sangat cepat, fundamental dan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru.

Untuk memahami era disrupsi, menggunakan analisis VUCA yaitu volatility  yang bermakna dunia berubah cepat, seperti wabah Covid-19 yang melanda dunia dan banyak orang yang tidak  menduga sebelumnya. Uncertainty yang artinya masa depan penuh dengan ketidakpastian, complexity  artinya dunia modern lebih kompleks dari sebelumnya, dimana kerumitan dan saling mempengaruhi terjadi. Dan Ambiguity, artinya lingkungan kehidupan semakin membingungkan. Setiap situasi dapat menimbulkan banyak penafsiran dan persepsi.

Pengaruh disrupsi membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek seperti politik,ekonomi, sosial, budaya dan agama. Pada kesempatan diskusi tersebut, ustaz Jinan memperdalam bahasan pada pengaruh disrupsi pada perilaku keberagamaan (Religious Behaviour) dimana potensi terjadinya kejumudan berpikir dan konservatisme agama, munculnya fanatisme sempit, sering terjadi ikhtilaf internal umat Islam, kekurangan ilmu agama, dan kultus pada pemimpin agama semakin menguat.

Hal yang menarik disampaikan adalah terkait trend beragama para milenial. Bahwasannya trend keberagamaan para milenial sekarang cenderung memilih yang praktis, instant, anti dogmatis, solutif dengan persoalan di sekitar dan figuristik. Berubahnya cara dan belajar beragama pun nampak fenomena seperti muslim tanpa masjid, dimana media sosial menjadi tempat belajar agama. “Terjadi kedangkalan makna beragama dan keberlimpahan informasi yang tersedia yang menyebabkan matinya otoritas keagamaan menjadi fenomena dan tantangan bagi kader-kader muda Muhammadiyah,” ungkap Jinan.

Tugas AMM semakin berat, tantangan hadirnya era disrupsi yang membawa perubahan mendasar dan pengaruh yang cepat harus disikapi dengan saling menopang dan menjaga martabat. Konsep dan respon  Muhammadiyah dalam menghadapi era disrupsi adalah konsisten dengan gerakan Islam, gerakan dakwah, dan gerakan tajdid. Dimana strategi gerakan melalui berbagai amal usaha Muhammadiyah baik trisula lama (pendidikan, kesehatan, sosial) dan trisula baru (Lazismu, LPB, Pemberdayaan Masyarakat) harus aktif melakukan gerakan dengan penguatan strategi berjejaring literasi digital.

Dalam paparan selanjutnya, ustaz Jinan mengatakan bahwa strategi aktualisasi bagi kader-kader muda Muhammadiyah dalam era disrupsi ini antara lain kukuh  pada nilai inti (Al-Islam Kemuhammadiyahan), berusaha menjadi teladan dalam perilaku, bermanfaat dan memiliki tanggungjawab sosial serta cerdas dalam literasi digital dan mampu mengelola perubahan menjadi penting dimiliki kader agar mencapai religiusitas yang mencerahkan yang menggunakan akal/ilmu pengetahuan dalam memahami dan mengamalkan agama.

Memang, masifnya revolusi iptek dan digital sangat mempengaruhi corak dan orientasi kehidupan umat manusia. Saya mengutip pernyataan Haedar Nashir, bahwa manusia masa kini sebagai manusia yang berorientasi pada iptek, namun cenderung justru pragmatis. Sehingga diperlukan transformasi kebudayaan secara menyeluruh untuk membangun alam pikiran modern, orientasi cara berpikir, bersikap dan bertindak ke arah peradaban yang berkemajuan di tengah era yang tidak pasti seperti saat ini.

Sebagai kesimpulan yang dapat kita ambil bahwa di era disrupsi saat ini,dimana tantangan dan realitas yang tidak linier dan penuh ketidakpastian dalam kehidupan diperlukan religiusitas yang mencerahkan. Religiusitas yang mencerahkan tersebut bisa diperoleh dengan metode dan pendekatan tertentu yang dapat dilakukan dalam proses perkaderan. Hal ini menjadi kebutuhan dalam proses pengkaderan di Muhammadiyah, dimana harus disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan agar proses pengkaderan menjadi efektif.

*)Bid.IT dan Komunikasi Publik PDPM /Moderator Diskusi

Berita Terbaru

RS UMS A.R. Fachrudin Layani Kesehatan Peserta Refleksi Milad ke-68 UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menerjunkan tim medis untuk memberikan layanan kesehatan kepada peserta Refleksi Hari Jadi ke-68 Universitas...

Ustaz Pujiono Bekali Kontingen HW Boyolali untuk Mahrojan Penghela di Pemalang

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Boyolali melepas 20 peserta kontingen Mahrojan Penghela yang akan berlaga di Pemalang pada 23–25 Oktober 2026. Pelepasan...

Milad ke-61, KOKAM Solo Tanamkan Keberanian Lewat Refleksi Sejarah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Solo akan menggelar kajian peringatan Milad ke-61 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) sekaligus nonton bareng film Kedung...

Desa Cerdas IMM Abduh UMS Perkuat Pendidikan dan Lingkungan

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (FAI UMS) menggelar Pengabdian dan Pemberdayaan Organisasi (PPO)...

RS UMS A.R. Fachrudin Ajukan Verifikasi Ambulans Gawat Darurat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit UMS A.R. Fachrudin mengajukan verifikasi rekomendasi Ambulans Gawat Darurat kepada Dinas Kesehatan Kota Solo, Senin (19/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan...

Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...

FGM Boyolali Perkuat Dakwah dan Penerimaan Siswa Baru

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, mengajak guru dan pengelola sekolah Muhammadiyah meninggalkan jejak kebaikan selama mengemban amanah. Ia juga mendorong...

UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...

UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...

MI Muhammadiyah 01 Manyaran Karanggede Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasinan

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami krisis air bersih, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, Kab. Boyolali menyalurkan bantuan air bersih...

UMS Peringkat 1 PTS dan 5 Nasional dalam THE WUR 2027

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta (PTS) dan peringkat kelima secara nasional dalam Times Higher Education (THE) World University...

Keris Berusia 500 Tahun Jadi Cendera Mata UMS untuk Wakil Dubes RI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan cendera mata berupa keris kepada Wakil Kepala Perwakilan atau Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur sekaligus...