Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Gelar Literary Celebration 2.0, FKIP UMS Teguhkan Eco-Theology melalui Sastra

Gede, Editor: Sholahuddin
Minggu, 28 Desember 2025 17:16 WIB
Gelar Literary Celebration 2.0, FKIP UMS Teguhkan Eco-Theology melalui Sastra
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Pemutaran film pendek karya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS. [Humas].

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Konsep eco-theology mungkin asing bagi sebagian orang. Eco-theology menggarisbawahi relasi manusia, alam, dan Tuhan yang saling terhubung. Lantas bagaimana bila konsep ini dituangkan ke dalam karya sastra?

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjawab pertanyaan itu lewat pentas Literary Celebration 2.0. Mereka menjadikan eco-theology sebagai benang merah karya sastra dan film yang ditampilkan dalam pagelaran itu.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMS, Titis Setyabudi, menuturkan Literary Celebration 2.0 menjadi ruang temu sastra, spiritualitas Islam, dan kesadaran ekologis. Ketiga poin itu terangkum dalam tema “Rakai Lumia: Islamic Planetary”.  “Ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan perspektif eco-theology dalam pembelajaran dan apresiasi sastra,” ujar Titis, Kamis (25/12/2025).

Rakai Lumia bermakna ‘penjaga atau penguasa cahaya’. Simbolisasi pencerahan, tanggung jawab etis, dan kesadaran moral manusia. Sementara Islamic Planetary merepresentasikan pandangan kosmik Islam yang memosisikan manusia sebagai khalifah di bumi. Pendekatan ini menempatkan manusia bukan sebagai penguasa eksploitatif, melainkan sebagai penjaga keseimbangan ciptaan Tuhan.  Dengan konsep demikian, Titis mengatakan kerusakan lingkungan tidak hanya dipandang sebagai persoalan ekologis, tetapi juga sebagai kegagalan spiritual manusia dalam menjalankan amanah ilahiah.

Mahasiswa diajak untuk membaca ulang naskah sastra dan realitas lingkungan melalui kacamata etika Islam, nilai rahmat semesta alam, serta kesadaran akan keberlanjutan planet. “Pendekatan ini menjadikan sastra sebagai medium dakwah kultural yang lembut, reflektif, dan kontekstual,” imbuh Titis.  Titis menyebut pementasan pembacaan puisi dan cerita fiksi dalam kegiatan ini menjadi ajang artistik sekaligus praktik kesadaran ekologis. Puisi-puisi yang dibacakan banyak menyinggung relasi manusia dan alam, kerusakan lingkungan, kehilangan harmoni kosmik, serta kerinduan akan keseimbangan spiritual. Bahasa metafora dan simbolik digunakan untuk menyampaikan kritik ekologis tanpa kehilangan keindahan estetika.

Cerita fiksi yang dipentaskan menghadirkan narasi tentang konflik antara kepentingan manusia dan kelestarian alam. Pementasan itu juga menawarkan refleksi etis berbasis nilai keislaman. Tokoh-tokoh dalam cerita digambarkan bergulat dengan pilihan moral, antara eksploitasi dan tanggung jawab atau antara keserakahan dan amanah.  Gelaran Literary Celebration 2.0 mempertontonkan film pendek karya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS. Terdapat 10 karya yang dibuat oleh mahasiswa. Menurut Titis, karya film tersebut memperkuat pesan eco-theology melalui visualisasi yang kuat. “Alam ditampilkan bukan sekadar latar, melainkan sebagai subjek yang memiliki nilai intrinsik. Melalui medium audiovisual, mahasiswa menegaskan bahwa krisis lingkungan menuntut perubahan cara pandang manusia terhadap alam dan Tuhan,” ujar dia.

Pengampu mata kuliah Poetry and Fiction, Dewi Candraningrum, menyatakan sastra merupakan cara mahasiswa untuk menyuarakan keresahan akibat krisis ekologis yang masif. Literary Celebration 2.0 mendorong mahasiswa untuk melihat sastra sebagai ruang etis dan spiritual.  “Sastra tidak berdiri di ruang hampa. Ia berkelindan dengan iman, ekologi, dan kemanusiaan. Melalui karya, mahasiswa belajar menyuarakan kegelisahan ekologis sekaligus harapan,” jelasnya.

Para peserta Literary Celebration 2.0 asyik menonton film pendek karya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS. [Humas].

Pendidikan yang Relevan

Sastrawan asal Pakistan, Rehan Zayer Sabir, berkesempatan menjadi juri utama dalam pementasan sastra kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan integrasi nilai keislaman dan kepedulian lingkungan melalui sastra merupakan bentuk pendidikan yang relevan dengan tantangan global saat ini.   “Krisis lingkungan sejatinya juga merupakan krisis moral dan spiritual. Sastra mampu menjadi medium reflektif untuk membangun kesadaran tersebut,” tegas Rehan.

Selain mahasiswa, acara yang digelar di Auditorium Mohammad Djazman pada 15-16 Desember 2025 lalu itu juga dihadiri oleh pelajar dan perwakilan guru SMA, SMK, dan MA se-Soloraya. Menurut pengampu mata kuliah Literary Appreciation, M. Thoyibi, kehadiran para pendidik dan pelajar ini membuka ruang dialog tentang pembelajaran sastra yang berorientasi pada nilai dan keberlanjutan.  Mahasiswa tidak hanya belajar mengapresiasi sastra, tetapi juga membangun kesadaran etis sebagai calon pendidik. Perspektif eco-theology ini penting untuk membentuk kepekaan sosial dan spiritual generasi muda.

Pengembangan sastra sebagai metode pembelajaran yang relevan terhadap isu krisis lingkungan dan spiritualitas penting dilakukan. Dengan pendekatan tersebut, manusia akan memiliki kepekaan estetika, sekaligus menuntun umat untuk hidup selaras dengan alam sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Berita Terbaru

UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...

Tim Pengabdian UMS Dorong Digitalisasi Dikdasmen PCM Kartasura

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong digitalisasi tata kelola dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF)...

IQT UMS Perkuat Tradisi Qira’at Bersanad di Pesantren

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkontribusi dalam pembinaan tahsin dan pembelajaran qira’at bersanad di...

Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Desain sistem pemilihan umum (pemilu) berperan penting dalam menentukan kualitas demokrasi, keterwakilan politik, dan efektivitas pemerintahan. Karena itu, pembaruan sistem pemilu perlu mempertimbangkan keadilan...

UMS Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Kesehatan Mahasiswa Muslim di Taiwan

TAIWAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kapasitas komunitas mahasiswa Muslim di Taiwan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) bertajuk “Penguatan Ketahanan Ekonomi dan...

Campus Visit MA Al Karim, FAI UMS Tekankan Peran Santri

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan akademik dari Madrasah Aliyah (MA) Al Karim, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang...

UMS Jajaki Kolaborasi LinkedIn untuk Petakan Alumni Global

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kolaborasi dengan LinkedIn untuk memperkuat ekosistem karier, pemetaan alumni, kemitraan industri, dan reputasi internasional. Penjajakan ini diarahkan pada...

UMS Jajaki Kerja Sama ITPC Hamburg, Buka Karier ke Jerman

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg untuk membuka peluang mobilitas lulusan tenaga kesehatan ke Jerman....

Profesor UMS Waston Masuk 25 Besar Dunia Bidang Pendidikan Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Waston, tercatat menempati peringkat ke-25 dunia dalam kategori Education and Islamic Studies berdasarkan Top 1000 Scholar...

Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....

Warga Alasombo Belajar Akses JKN dan Bansos Bersama Kesmas UMS

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa PBL-1 Kelompok 9 Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi dan konsultasi layanan kesehatan serta bantuan sosial bagi...

Alumnus FAI UMS Raih World Rank 4 Education and Islamic Studies

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Konsistensi dalam penelitian dan publikasi mengantarkan alumnus Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mahmudulhassan atau Hasan, meraih World Rank 4 in...