JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Pengajian bulanan PP Muhammadiyah pada 12 April 2019 mengusung tema: Beragama yang Mencerahkan. Pengajian rutin di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta itu menghadirkan narasumber Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir, dan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, dalam pengantarnya menyatakan bahwa agama yang mencerahkan akan tercermin dalam perilaku keseharian, termasuk dalam perilaku berpolitik yang menyejukkan. “Politik itu dalam manhaj Muhammadiyah, masuk dalam ranah muamalah dunyawiyah, sehingga berlaku kaidah yang diambil dari hadis Nabi, antum a’lamu bi umuri dunyakum,” tuturnya. Dalam wilayah muamalah, diperlukan kreativitas dan dinaminasi sesuai pertimbangan konteks ruang dan waktu.
Dalam berpolitik, Muhammadiyah harus tampil sebagai teladan atau uswah. “Dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, berpolitik itu bagian dari kita berdakwah, politik bukan sebagai tujuan. Sehingga jika berbeda pilihan, maka perlu dianggap sebagai bagian dari perbedaan ijtihad,” ujarnya. Sebagai wilayah ijtihad, masing-masing pendapat harus dihargai.
Mu’ti membacakan QS. Fatir: 19-22, “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya. dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas. dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar.”
Bermakna bahwa kehidupan yang mencerahkan, yang diliputi cahaya adalah kehidupan yang diterangi oleh petunjuk ilmu pengetahuan. “Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az Zumar: 9). Supaya bisa beragama yang mencerahkan, maka dibutuhkan ilmu dan pengamalan secara bijak.
Hamim Ilyas menjabarkan tentang perspektif teologi sebagai dasar dari beragama yang mencerahkan. Pandangan ini mendasari semua ajaran, sehingga ikut mendasari keberagamaan. Hal ini dilandasi oleh QS. Al-Anbiya: 107, “Tidaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam.” Menurutnya, pola kalimat ini berupa: menafikan, menetapkan. Bahwa kualitas yang diakui adalah kualitas yang diungkapkan.
Islam harus dipahami dalam paradigma rahmat. Islam sebagai risalah Nabi Muhammad itu rahmatan lil alamin. Menurut Hamim, rahmat itu dimaksudkan untuk seluruh alam, sesuai kebutuhan seluruh makhluk-Nya di alam raya. Kebutuhan untuk mencapai hidup yang baik (hayah thayyibah). Kehidupan yang baik dinilai dengan indikator: bahagia, damai, sejahtera.
Hamim menuturkan bahwa rahmat adalah perasaan lembut yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan kepada yang dikasihi. Rahmat juga bermakna sebagai anugerah kepada yang membutuhkan. Jadi, rahmat adalah ekspresi dari rasa cinta. Dalam relasi keluarga, sering disebut harus ada rahmat, sakinah, dan mawaddah
Tafsir, menjelaskan tentang makna pencerahan. Orang-orang yang tercerahkan, maka akan memancarkan cahaya ke sesama, tidak akan menyakiti, tidak akan mencaci maki. Belakangan, hanya karena pesan WhatsApp, orang menjadi keluar dari grup. Ini pertanda sikap tidak mencerahkan.
Hidayat Nurwahid menyampaikan bahwa beragama yang mencerahkan dimulai dari sikap adil sejak dalam pikiran. Adil bermakna menempatkan segala sesuatu pada tempatnya dan dengan proporsi yang tepat. “Beragama yang mencerahkan adalah fitrah kita, sehingga harus disegarkan,” ungkapnya. (ribas)
Songsong Ramadan 1447 H, Konsorsium AUM Colomadu Gelar Kajian Rutin
COLOMADU, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Konsorsium Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Colomadu, Karanganyar sukses menyelenggarakan kegiatan Kajian Rutin Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pada Sabtu (14/02/2026). Bertempat di SD Muhammadiyah Plus...
Safari Dakwah Majelis Tabligh Solo se-Soloraya Resmi Dibuka di Sragen
SRAGEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Soloraya resmi membuka kegiatan Safari Dakwah yang dilaksanakan di Aula Masjid Raya Al Falah, Sragen, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan...
Sabtu Subuh Barokah, PRM Bumi Tekankan Syukur Nikmat Allah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM– Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bumi Cabang Laweyan menggelar kegiatan rutin Sabtu Subuh Barokah pada Sabtu (13/9/2025) di Masjid Ahmad Dahlan, SD Muhammadiyah 11...
“Regenerasi Pimpinan di Muhammadiyah dan Tantangannya”
SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang telah berperan penting dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga sosial. Untuk...
Harmonisasi Hukum Islam dengan Hukum Positif Indonesia: Menuju Keadilan dan Keseimbangan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Indonesia, sebagai negara dengan keragaman budaya dan agama, dihadapkan pada tantangan untuk mengakomodasi berbagai sistem hukum, termasuk Hukum Islam dan Hukum Positif. Harmonisasi...
Kriteria Haji Mabrur dan Tips Menjaga Kemabruran Haji Menurut Tarjih Muhammadiyah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) mengadakan kajian tarjih rutin. Dan dalam kesempatan ini mengangkat tema “Kemabruran...
Pelatihan Website Muhammadiyahsolo.com
Pelatihan Website Muhammadiyahsolo.com. dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 4 Agustus 2019 dibalai Muhammadiyah Surakarta . Pelatihan ini dilaksanakan guna meningkatkan kontribusi warga muhammadiyah khususnya lembaga-lembaga...
Pengajian Muhammadiyah Cabang Jebres Di Masjid Nurrullah Jebres Solo
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jebres Solo mengadakan pengajian rutin setiap 3 bulan sekali. Baca Juga SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Memotret Keberagaman Masyarakat Solo Pengajian kali ini...
Kekuatan Do’a
Oleh : Fitri Muslimah* Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang telah mengantarkan kita pada akhir bulan ramadhan. Berkat kemurahanNyalah kita bisa sampai pada...
Ramadhan Dan Cita-cita Luhur Pendiri Negeri
Oleh : M Afnan Hadikusumo* Politik pada era global telah mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Pradigma politik semacam itu dalam fakta historis berkecambah dari dunia Barat semenjak...
Pengajian Tarjih 2: Cara Memahami Agama dalam Muhammadiyah
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Tarjih & Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Takmir Masjid Gedhe Kauman menggelar Pengajian Tarjih Edisi ke-2, Rabu...
Kaji Kitab Zakat, Pembuka Kuliah Subuh Ramadhan Muhammadiyah Purworejo
PURWOREJO, Suara Muhammadiyah-Kuliah Subuh Ramadhan yang telah berjalan pada beberapa tahun kebelakang pada bulan Ramadhan, mulai digelar mengawali bulan Ramadhan 1438 H yang bertempat di...






