Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kesehatan

Pemasaran Makanan Tidak Sehat kepada Anak-Anak di Media Sosial

Prima Trisna Aji, Editor: Sholahuddin
Jumat, 1 Agustus 2025 12:53 WIB
Pemasaran Makanan Tidak Sehat kepada Anak-Anak di Media Sosial
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Prima Trisna Aji (Dok. pribadi).

Dalam era digital yang serba cepat pada saat ini, anak-anak bukan hanya menjadi pengguna pasif media sosial, tetapi juga sasaran empuk bagi strategi pemasaran produk makanan yang tidak sehat. Dari Tiktok hingga Youtube Shorts, algoritma bekerja cerdas memunculkan iklan atau konten makanan tinggi gula, lemak, dan garam yang dibungkus dalam kemasan yang menarik dan menghibur. Sayangnya, yang tampak lucu dan kekinian itu sering kali membawa dampak serius bagi kesehatan generasi muda kita saat ini.

Data Kementerian Kesehatan melalui Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mengungkapkan bahwa sebanyak 19,7% anak usia 5 – 12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 97,6% tidak memenuhi asupan buah dan sayuran yang direkomendasikan. Ironisnya, situasi ini terjadi saat anak-anak makin sering menyimak konten review makanan viral yang sebagian besar mengarah pada produk ultra-proses.

Fakta ini menunjukkan bahwa media sosial bukan sekadar hiburan, melainkan juga ruang pemasaran agresif yang membentuk selera dan kebiasaan makan anak-anak. Dengan menggunakan strategi influencer marketing, brand makanan cepat saji dan camilan tinggi gula memanfaatkan kepercayaan anak-anak pada tokoh idola mereka. Tanpa disadari, soft-selling ini jauh lebih berbahaya daripada iklan formal karena tidak terlihat sebagai promosi.

Efek dari paparan ini tak bisa diremehkan begitu saja. Konsumsi berlebih makanan tidak sehat sejak usia dini berisiko menyebabkan obesitas, gangguan metabolik, hingga diabetes tipe 2 di usia muda. Dalam jangka panjang, dampaknya tidak hanya pada individu, tapi juga pada beban pembiayaan kesehatan nasional.

Pemerintah sebenarnya telah memiliki regulasi terkait iklan makanan di media massa, akan tetapi regulasi tersebut belum menyentuh ranah media sosial secara spesifik. Diperlukan kebijakan yang tegas untuk membatasi iklan makanan tidak sehat kepada anak – anak, termasuk transparansi konten sponsor dan pembatasan usia audiens. Selain itu, kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Digital, platform digital, dan dunia pendidikan mutlak diperlukan.

Lebih jauh, keluarga perlu diberdayakan untuk membangun literasi gizi sejak dini. Orang tua harus menjadi filter utama dari paparan digital yang diterima anak-anak mereka. Sekolah pun dapat menjadi garda depan edukasi, dengan kurikulum yang membekali siswa tentang makanan sehat dan kritis terhadap iklan.

Ekosistem Ramah Anak

Menghadapi era digital saat ini, kita tidak bisa hanya menyalahkan algoritma atau platform. Kita perlu memastikan bahwa ekosistem digital juga ramah anak dan ramah gizi. Jangan biarkan generasi kita tumbuh dengan tubuh yang sakit akibat konten yang viral tapi tidak sehat. Sekarang saatnya membalik arah dari pemasaran yang membentuk penyakit, menuju promosi gaya hidup sehat yang mencerdaskan.

Lantas apa yang bisa kita lakukan? Pertama, regulasi digital harus lebih adaptif. Pemerintah perlu memperluas pengawasan terhadap konten berbayar di media sosial, terutama yang menyasar pada anak-anak. Konten sponsor harus diberi label jelas, dan platform seperti Tiktok dan Youtube harus diatur agar tidak menampilkan konten pemasaran makanan tidak sehat pada akun anak-anak atau remaja.

Kedua, pendidikan literasi gizi dan digital harus dimasukkan ke dalam kurikulum dasar pembelajaran di sekolah. Anak-anak perlu tahu bahwa tidak semua yang viral itu sehat, dan tidak semua makanan yang ditampilkan di layar bisa dikonsumsi tanpa batas.  Ketiga, orang tua harus menjadi garda terdepan. Bukan dengan melarang anak menggunakan internet, melainkan dengan mendampingi dan menjelaskannya dengan baik supaya mudah dipahami serta dimengerti. Misalnya, membahas bersama kandungan gula dalam minuman yang mereka tonton, atau menonton dan mengomentari video review bersama untuk memberi sudut pandang sehat kepada anak.

Keempat, perusahaan makanan dan influencer juga perlu bertanggung jawab. Konten promosi seharusnya tidak hanya berorientasi pada viralitas, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya pada audiens anak-anak. Saatnya kita mendorong promosi produk yang lebih sehat, lebih transparan, dan lebih etis.

Akhirnya, kita perlu menyadari bahwa anak-anak adalah generasi yang paling mudah dipengaruhi. Jika kita membiarkan media sosial dan industri makanan bebas membentuk selera dan pola konsumsi mereka, maka kita sedang menyiapkan masa depan yang penuh penyakit. Tetapi jika kita bertindak sekarang dengan regulasi, edukasi dan pendampingan maka kita masih bisa mengarahkan mereka ke masa depan yang lebih sehat.

Penulis adalah dosen prodi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS Skrining Skoliosis Remaja di Lima Posyandu Tawangsari

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar edukasi kesehatan postur tubuh sekaligus skrining skoliosis dan forward head posture (FHP) bagi remaja...

Mengelola Stres

Mengelola stres bukan sekadar membuat pikiran lebih tenang, tetapi merupakan salah satu pilar utama kebugaran dan kesehatan. Dalam ilmu psikologi kesehatan dan psikoneuroimunologi (psychoneuroimmunology), stres...

Hari Anak Nasional, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Ajak Orang Tua Lebih Pahami Perasaan Anak

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, RS PKU Muhammadiyah Surakarta melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Tim Stunting menggelar sharing session...

Transformasi Digital Berbuah Prestasi, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Sabet Penghargaan SBBI 2026

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Best Hospital Digital Experience dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI)...

Mahasiswa Farmasi Didorong Ciptakan Inovasi Kesehatan yang Berdampak

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya mendukung lahirnya inovasi bidang kesehatan melalui Seminar Nasional Gebyar Mahasiswa Farmasi 2026 bertema Empowering Health: From...

Seminar Nasional UMS, dr. Gia Pratama Tekankan Pentingnya Kenali Gejala Serangan Jantung

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menguatkan komitmennya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui Seminar Nasional Gebyar Mahasiswa Farmasi 2026 bertema Empowering Health: From Pharmaceutical...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Perluas Dukungan Layanan Kesehatan Mental Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — RS PKU Muhammadiyah Surakarta memperkuat dukungan terhadap program kesehatan masyarakat Kota Surakarta melalui penguatan kerja sama dengan Posyandu Plus, program yang diinisiasi...

Mahasiswa UMS Sabet Gold Award di Malaysia dengan Nanospray Luka Diabetes

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Prestasi internasional kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Tim mahasiswa lintas program studi berhasil meraih Gold Award dalam kompetisi inovasi internasional...

IMM FKG UMS Edukasi Warga Sondakan Jaga Pola Hidup Sehat Usai Lebaran

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat pasca Lebaran menjadi fokus utama dalam kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) yang digelar Pimpinan Komisariat (PK) IMM Az-Zahrawi...

KBGO Dinilai jadi Ancaman Serius Kesehatan Mental

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Adam Malik Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan komisariat Averroes Fakultas Teknik (FT) UMS...

Urgensi Vaksinasi untuk Melindungi Diri dan Komunitas

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kesadaran menjaga kesehatan tubuh tidak hanya bergantung pada pola hidup sehat, tetapi juga pada pemahaman tentang sistem kekebalan tubuh. Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas...

Instalasi Gizi RS PKU Muhammadiyah Surakarta Resmi Bersertifikat Halal, Perkuat Layanan Islami

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Komitmen RS PKU Muhammadiyah Surakarta dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai islami kembali diperkuat. Instalasi Gizi rumah sakit tersebut resmi mengantongi Sertifikat Halal dari...