Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Konferensi Mufasir Muhammadiyah II Targetkan Tafsir At-Tanwir 30 Juz Rampung pada 2027

Tim Redaksi, Editor: Sholahuddin
Jumat, 13 Desember 2024 17:36 WIB
Konferensi Mufasir Muhammadiyah II Targetkan Tafsir At-Tanwir 30 Juz Rampung pada 2027

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menggelar Konferensi Mufasir Muhammadiyah II pada Jumat hingga Minggu (13-15/12). Bertempat di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), konferensi ini menghadirkan ratusan ulama dan cendekiawan dengan misi bersama menyelesaikan Tafsir At-Tanwir lengkap 30 juz.

Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah, Muhammad Dwifajri, memuji upaya kolektif ini sebagai cerminan kekuatan organisasi Muhammadiyah. “Apa yang sudah dihasilkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid ini luar biasa, karena melibatkan ahli Al-Qur’an, sains, psikologi, sejarah, ekonomi, dan berbagai bidang lainnya. Ini adalah khas Muhammadiyah, sebuah karya yang benar-benar berjemaah,” ujarnya.

Kelar pada 2027

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas, menjelaskan, pada konferensi kali ini, tema-tema tafsir telah dipersiapkan oleh tim untuk mempermudah proses penulisan.  “Kita berharap dengan tema yang sudah disiapkan ini, penulisan akan lebih lancar. Kami menargetkan tafsir ini selesai ditulis 30 juz pada tahun 2027, bertepatan dengan muktamar. Namun, dengan melibatkan banyak penulis, proses editing harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menyeragamkan bahasa dan pendekatan kajian,” paparnya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan konferensi ini.  “Konferensi Mufasir Muhammadiyah sangatlah strategis untuk memobilisasi para mufasir dari berbagai disiplin ilmu dalam menyelesaikan Tafsir At-Tanwir. Kami berharap, tafsir ini menjadi produk jamai, karya kolektif Muhammadiyah, yang bermanfaat bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam di Indonesia,” ujarnya.

Melalui siaran pers yang diterima Muhammadiyahsolo.com, Jumat (13/12/2024), diperoleh informasi bahwa sampai saat ini, Tafsir At-Tanwir telah diterbitkan dalam dua jilid. Kehadiran para mufasir dalam konferensi ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek besar Muhammadiyah tersebut, sekaligus menegaskan komitmen organisasi terhadap pengembangan tafsir Al-Qur’an yang relevan dengan perkembangan zaman.

Acara ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga bukti sinergi antara ulama, cendekiawan, dan akademisi dalam membangun tradisi keilmuan yang kokoh. Harapan besar kini tertuju pada keberhasilan Muhammadiyah menyelesaikan tafsir 30 juz tepat waktu, menjadi sumbangsih monumental bagi dunia Islam.

Berita Terbaru

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Salurkan 12 Tangki Air ke Boyolali

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Surakarta bersama Lazismu KL RS PKU Muhammadiyah Surakarta, PDAM Surakarta, dan sejumlah pihak menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak...

Umrah ke Tanah Suci, Dwi Jatmiko Bawa Pengalaman Spiritual

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Menunaikan ibadah umrah menjadi pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran mendalam bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, Dwi Jatmiko. Dai Champions Standardisasi...

KBIH Al Kautsar Muhammadiyah Kelas Klego Gelar Manasik Haji Bagi 101 Calon Jemaah

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Kautsar Muhammadiyah Kabupaten Boyolali sukses menggelar praktik manasik haji mandiri untuk kelas Klego, Ahad (4/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tekankan Bahaya Bullying pada Acara MES Surakarta & Asbisindo Goes to School

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta turut ambil bagian dalam memeriahkan agenda Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta dan Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Goes to School...

Dari Solo ke Forum Asia Pasifik, Mahasiswa UMS Angkat Isu Sampah Pangan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Isu pengurangan food loss and food waste tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga beririsan dengan keadilan pangan, perubahan iklim, dan kebijakan publik....

Pemkot Solo-Transid Kolaborasi Aktifkan Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemerintah Kota Solo menjalin kerja sama dengan komunitas Transid untuk mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi warga. Kolaborasi tersebut ditandai...

Loyalitas Jadi Kunci Memajukan Pendidikan Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Loyalitas dan pembiasaan perilaku positif menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, penguatan...

Baru 3 Tahun, Abqory Berhasil Selesaikan Lintasan Edu Fun Run UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Seorang pelari berusia tiga tahun mencuri perhatian dalam gelaran Edu Fun Run Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu...

Kritik Tajam dari Boyolali: Agama Cuma Jadi Identitas, Tidak Ada Politik Nilai dalam Bernegara

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Keprihatinan terhadap kondisi demokrasi, politik hukum, ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat mendorong sejumlah elemen masyarakat di Boyolali menggelar diskusi perdana bernama Forum Harapan.  Diskusi mengusung...

Pelari dari Jawa Barat Tempuh 5K, Edu Fun Run FKIP UMS Dinilai Kondusif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyemarakkan Hari Jadi ke-68 melalui Edu Fun Run FKIP UMS 2026 bertema “Move for...

Pelajar Didorong Jadi Agen Pengawasan Kawasan Tanpa Rokok

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Abi Umaroh, menggagas Youth Clean Air Movement for Tobacco Control (YCAM-TC) 2026 untuk melibatkan pelajar...

Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mengabdi. Masa pensiun justru dapat menjadi fase baru untuk memperbanyak syukur, menjaga kesehatan, memperluas kebermanfaatan,...