HUNTARA MUHAMMADIYAH DAN SECERCAH HARAPAN BAGI PENYINTAS SEMERU

LUMAJANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru yang terjadi Desember tahun lalu masih menyisakan duka. Banyak di antara para penyintas yang belum memiliki tempat tinggal akibat rumah mereka hancur. Duka ini pun mendapatkan respon dari Muhammadiyah. Melalui MDMC dengan dukungan Lazismu, Muhammadiyah membangun huntara (hunian sementara) bagi para penyintas APG Gunung Semeru yang berlokasi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Penanggung jawab pembangunan huntara milik Muhammadiyah, Priyo AS mengatakan, pembangunan huntara pasca APG Semeru yang terjadi akhir 2021 telah selesai dibangun untuk proses tahap pertama. Ia menyebutkan, Muhammadiyah masih akan membangun huntara untuk penyintas pada tahap berikutnya. “Muhammadiyah di tahap pertama ini menyediakan 40 hunian dari rencana 200 hunian sehingga kita masih memiliki 160 hunian yang akan diselesaikan di tahap berikutnya,”jelasnya.

Priyo yang juga merupakan spesialis pembangunan shelter MDMC ini menambahkan, salah satu pendukung utama pada pembangunan tahap pertama ini adalah sumbangan dari dari para pengusaha SPBU yang tergabung dalam HISWANA MIGAS untuk 23 unit huntara yang dananya dikelola oleh Lazismu dan sisanya dari donatur yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Dari 40 hunian yang telah selesai dikerjakan, 20 di antaranya per awal bulan Mei 2022 ini telah diserahterimakan kepada warga yang berasal dari Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro.

“Selama proses pembangunan ini penyitas kita libatkan dengan kontribusi melalui pembuatan batako. Material tersebut digunakan sebagai dinding dasar pembangunan huntara sehingga proses pemberdayaan serta pendayagunaan bagi penyintas berjalan sesuai yang kita harapkan,” ungkap Priyo.