Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right

ANTARA MARAH DAN TANGGUNG JAWAB PRESIDEN

Tim Redaksi, Editor: Sugiharko Sahid
Rabu, 7 Agustus 2019 15:28 WIB
ANTARA MARAH DAN TANGGUNG JAWAB PRESIDEN

Oleh : Muhammad Izzul Muslimin

Baru-baru ini kita menyaksikan kemarahan pemimpin nomor satu Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo. Pertama, saat mendatangi kantor PLN Pusat terkait dengan blackout listrik yang melumpuhkan Ibukota Jakarta dan sebagian wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah(Senin, 5/08/2019). Kedua, saat di Istana Negara dalam acara rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian karhutla(Selasa, 6/08/2019). Saat di PLN Pusat, Presiden seolah mewakili kemarahan jutaan konsumen PLN yang mengalami pemadaman hampir 18 jam tanpa ada pemberitahuan. Sementara di depan peserta rakornas, Presiden meminta Panglima TNI dan Kapolri agar mencopot pejabat TNI Polri yang gagal memadamkan kebakaran hutan di kawasan Sumatera dan Kalimantan. Sudah tepatkah sikap marah Presiden Jokowi?

Dalam kasus PLN, wajar jika Presiden pada awalnya kesal dan dongkol dengan kejadian yang mendadak dan tak terduga tersebut. Tetapi Presiden bukanlah rakyat biasa yang hanya bisa marah dan dongkol. Dia bisa meminta pejabatnya untuk turun secepatnya melakukan investigasi masalah tersebut dan segera membuat keputusan yang tepat. Ingat, dalam hal ini Presiden lebih pas jika berada dalam posisi mewakili PLN di hadapan rakyatnya, bukan sebaliknya, mewakili rakyatnya di depan PLN. Jika perlu Presiden segera membuat pernyataan untuk lebih menenangkan publik, bukan menunda sehari kemudian dan mengumbar kemarahan di depan Direksi PLN ke publik. Presiden bisa saja mengatakan bahwa urusan blackout adalah masalah teknis yang Presiden boleh saja tidak tahu secara detil, tapi Presiden tidak bisa mengatakan bahwa itu tidak ada hubungan dengan tanggung jawabnya sebagai Presiden. PLN adalah BUMN yang sahamnya 100% dimiliki Negara yang diwakili oleh Menteri BUMN yang notabene pembantu Presiden. PLN yang sudah cukup lama tidak memiliki Direktur Utama yang devinitif juga bisa turut andil atas masalah di PLN. Kewenangan mengangkat Dirut BUMN tentu tanggung jawab Menteri BUMN atas restu Presiden. Maka sudah sewajarnya jika Presiden bisa saja mengambil tanggung jawab dan tidak perlu mengumbar kemarahan di depan publik karena itu aib dari internal kekuasaannya.

Dalam hal kebakaran hutan, jika Presiden akan mencopot pejabat TNI dan Polri lewat Panglima TNI dan Kapolri itu adalah wewenang Presiden sebagai Panglima tertinggi TNI dan atasan Kapolri. Namun ada sesuatu yang agak janggal dengan urusan copot mencopot ini. Urusan kebakaran hutan bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri. TNI dan Polri sifatnya turut membantu memadamkan kebakaran hutan. Tanggung jawab utama ada di pemerintah daerah setempat serta kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Yang juga harusnya paling bertanggung jawab adalah para pemegang HPH dan pengelola perkebunan tempat dimana kebakaran lahan itu terjadi. Harusnya Presiden lebih tepat jika mengancam akan mencabut hak pengelolaan hutan dan lahan jika ada indikasi kesengajaan atas kebakaran lahan. Tapi ternyata yang kena luapan kekesalan Presiden adalah para pejabat TNI dan Polri. Atau mungkin Presiden tahu bahwa para pejabat TNI dan Polri senang bermain api di karhutla? Wallahu a’lam.

Share:

Berita Terbaru

RS UMS Tekankan Pentingnya Sanitasi dan Kelestarian Lingkungan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS UMS A.R. Fachrudin mengikuti Sosialisasi Persetujuan Lingkungan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo di Sukoharjo Room, Hotel Sahid Jaya Solo,...

Belajar Ekonomi, Murid SD Muhammadiyah PK Solo Amati Proses Produksi Roti Ganep’s

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 66 murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mempelajari kegiatan ekonomi secara langsung melalui kunjungan ke pabrik dan outlet...

RS UMS A.R. Fachrudin dan IBI Kartasura Gelar Edukasi Resusitasi Bayi

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menjadi tuan rumah pertemuan rutin Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting XI Kecamatan Kartasura, Kabupaten...

FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...

Bukan Hanya Berdoa, Kekeringan Perlu Dijawab dengan Ikhtiar

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi juga penopang kehidupan petani. Ketika hujan tak kunjung turun, sawah mengering, tanaman merana, dan penghasilan warga terancam....

Tiga AUM Muhammadiyah di Bolon Ajak Warga Berdoa Memohon Hujan

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni MIM Digdaya Bolon, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, dan TK Aisyiyah Bolon, bersama warga menggelar Salat Istiska...

RS PKU Muhammadiyah Solo Serap Aspirasi untuk Program Kerja 2027

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Solo menghimpun masukan dari 46 peserta dalam Pertemuan Stakeholder dan Jejaring Mitra Kerja untuk membahas rencana kerja 2027. Pertemuan yang...

Ustaz Pujiono Bekali Kontingen HW Boyolali untuk Mahrojan Penghela di Pemalang

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Boyolali melepas 20 peserta kontingen Mahrojan Penghela yang akan berlaga di Pemalang pada 23–25 Oktober 2026. Pelepasan...

Ketika 380 Ribu Anak Menyimpan Luka yang Tak Terlihat

Di tengah kesibukan bangsa membangun generasi unggul, sebuah kenyataan mengusik nurani kita. Lebih dari 380 ribu anak Indonesia menunjukkan indikasi depresi. Mereka mungkin tetap berangkat...

RS UMS Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan dalam Penanganan ISPA

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin mengikuti Pertemuan Tatalaksana Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (P2 ISPA) bagi petugas...

Milad ke-61, KOKAM Solo Tanamkan Keberanian Lewat Refleksi Sejarah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Solo akan menggelar kajian peringatan Milad ke-61 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) sekaligus nonton bareng film Kedung...

Jalani Kredensial BPJS, RS UMS A.R. Fachrudin Perkuat Standar Mutu Pelayanan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menjalani proses kredensialing BPJS Kesehatan pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di rumah sakit...