Oleh : Muhammad Izzul Muslimin
Baru-baru ini kita menyaksikan kemarahan pemimpin nomor satu Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo. Pertama, saat mendatangi kantor PLN Pusat terkait dengan blackout listrik yang melumpuhkan Ibukota Jakarta dan sebagian wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah(Senin, 5/08/2019). Kedua, saat di Istana Negara dalam acara rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian karhutla(Selasa, 6/08/2019). Saat di PLN Pusat, Presiden seolah mewakili kemarahan jutaan konsumen PLN yang mengalami pemadaman hampir 18 jam tanpa ada pemberitahuan. Sementara di depan peserta rakornas, Presiden meminta Panglima TNI dan Kapolri agar mencopot pejabat TNI Polri yang gagal memadamkan kebakaran hutan di kawasan Sumatera dan Kalimantan. Sudah tepatkah sikap marah Presiden Jokowi?
Dalam kasus PLN, wajar jika Presiden pada awalnya kesal dan dongkol dengan kejadian yang mendadak dan tak terduga tersebut. Tetapi Presiden bukanlah rakyat biasa yang hanya bisa marah dan dongkol. Dia bisa meminta pejabatnya untuk turun secepatnya melakukan investigasi masalah tersebut dan segera membuat keputusan yang tepat. Ingat, dalam hal ini Presiden lebih pas jika berada dalam posisi mewakili PLN di hadapan rakyatnya, bukan sebaliknya, mewakili rakyatnya di depan PLN. Jika perlu Presiden segera membuat pernyataan untuk lebih menenangkan publik, bukan menunda sehari kemudian dan mengumbar kemarahan di depan Direksi PLN ke publik. Presiden bisa saja mengatakan bahwa urusan blackout adalah masalah teknis yang Presiden boleh saja tidak tahu secara detil, tapi Presiden tidak bisa mengatakan bahwa itu tidak ada hubungan dengan tanggung jawabnya sebagai Presiden. PLN adalah BUMN yang sahamnya 100% dimiliki Negara yang diwakili oleh Menteri BUMN yang notabene pembantu Presiden. PLN yang sudah cukup lama tidak memiliki Direktur Utama yang devinitif juga bisa turut andil atas masalah di PLN. Kewenangan mengangkat Dirut BUMN tentu tanggung jawab Menteri BUMN atas restu Presiden. Maka sudah sewajarnya jika Presiden bisa saja mengambil tanggung jawab dan tidak perlu mengumbar kemarahan di depan publik karena itu aib dari internal kekuasaannya.
Dalam hal kebakaran hutan, jika Presiden akan mencopot pejabat TNI dan Polri lewat Panglima TNI dan Kapolri itu adalah wewenang Presiden sebagai Panglima tertinggi TNI dan atasan Kapolri. Namun ada sesuatu yang agak janggal dengan urusan copot mencopot ini. Urusan kebakaran hutan bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri. TNI dan Polri sifatnya turut membantu memadamkan kebakaran hutan. Tanggung jawab utama ada di pemerintah daerah setempat serta kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Yang juga harusnya paling bertanggung jawab adalah para pemegang HPH dan pengelola perkebunan tempat dimana kebakaran lahan itu terjadi. Harusnya Presiden lebih tepat jika mengancam akan mencabut hak pengelolaan hutan dan lahan jika ada indikasi kesengajaan atas kebakaran lahan. Tapi ternyata yang kena luapan kekesalan Presiden adalah para pejabat TNI dan Polri. Atau mungkin Presiden tahu bahwa para pejabat TNI dan Polri senang bermain api di karhutla? Wallahu a’lam.
Gelorakan Kemerdekaan, 479 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Lomba Pitulasan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Kota Solo. Sebanyak 479 murid mengikuti...
Gempa di NTT, MDMC Kota Solo Sampaikan Duka Mendalam
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mendekati gegap gempita perayaan Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, salah bumi nusantara justru berduka karena diguncang gempa berkekuatan 7,7 SR, Sabtu (15/8/2026), pukul 05.58 WITA...
Beasiswa Hafidz Al-Qur’an UMS Buka Jalan Mahasiswa Kembangkan Prestasi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 2026 terus menunjukkan tingginya minat calon mahasiswa. Hingga 14 Agustus 2026, jumlah pendaftar mencapai...
Bukan Cuma Kuliah, UMS Buka Jalan Mahasiswa Raih Pengalaman Internasional
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi berdaya saing global melalui Program Global Exposure. Program ini menjadi bagian dari...
Buah dari Muhasabah Diri
Kemajuan peradaban dan kesibukan manusia dalam mengejar tujuan, popularitas, serta harta dapat membuat seseorang lalai dan melewati batas yang telah Allah Swt. tetapkan. Dalam kondisi...
Jangan Remehkan Satu Menit Orang Lain
Dalam hidup, kita sering diajarkan menghitung tahun, mengejar target bulanan, dan menyusun rencana lima tahunan. Namun, jarang ada yang menyadari bahwa perubahan terbesar justru sering...
Kembangkan Inovasi Pembelajaran IPA, UMS Kukuhkan Dua Doktor Baru
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukuhkan dua doktor baru dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melalui Sidang Ujian Promosi Doktor, Kamis (13/8/2026)....
Belajar Biologi Lebih Interaktif, Siswa SMA Batik 2 Solo Praktik Difusi dan Osmosis
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dari Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)...
BiblioBattle 2026 UMS Dorong Budaya Literasi dan Berpikir Kritis
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang mendorong budaya literasi, pemikiran kritis, dan kolaborasi akademik. Komitmen tersebut...
Cegah Risiko Jatuh, Mahasiswa Fisioterapi UMS Skrining Keseimbangan Lansia
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi dan skrining keseimbangan kepada anggota Prolanis Anggrek Mojolaban melalui kegiatan bertajuk...
118 Mahasiswa Baru UMS Teken MoU Beasiswa, Siap Kontribusi bagi Kampus dan Warga
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sebanyak 118 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) penerima beasiswa mengikuti penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) beasiswa di Ruang Seminar Lantai 7,...
UMS Bekali Pemuda Karang Taruna Jajar Keterampilan Las Listrik
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali pemuda Karang Taruna RW VIII Kampung Kraton Ulo, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Surakarta,...






