Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Sekolah

Dialog Menumbuhkan Kemandirian dan Kecerdasan Emosi Siswa TK

Nuril - Hendro (LPMP Perguruan Kottabarat), Editor: Yusuf R. Yanuri
Senin, 22 Mei 2023 06:26 WIB
Dialog Menumbuhkan Kemandirian dan Kecerdasan Emosi Siswa TK

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pada hari Kamis, 11 Mei 2023, bertempat di studio SMA Muh PK TV berlangsung sebuah acara diskusi interaktif, dengan tema “Menumbuhkan Kemandirian dan Kecerdasan Emosi Siswa TK”.

Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Nur Ratna Juwita, M.Pd, Kepala Sekolah di PAUD dan TK Aisyiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

Diskusi tersebut memperbincangkan dan mengeksplorasi bagaimana para pendidik PAUD dan TK Aisyiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengawal sosial emosi siswa agar dapat berkembang sesuai usianya.

Tema tersebut mengingatkan para guru, orang tua, dan pemerhati pendidikan agar selalu mampu membantu menyiapkan kematangan sosial emosi anak sejak dini. Karena ada beberapa kasus anak tumbuh secara tidak normal, jika orang tua tidak mendeteksi sedini mungkin, bahkan akan mempengaruhi perkembangannya.

Akibat lebh lanjut, anak akan merasa berbeda, sulit menerima lingkungannya, terlebih seiring bertambahnya usia, perkembangan aspek sosial emosional akan berbeda.

Pengalaman hidup akan berpengaruh terhadap emosi yang mereka miliki. Anak tidak akan tahu bagaimana merespon sebuah hal dengan benar jika tidak diajarkan. Respon emosi anak terhadap sesuatu sampai tantrum, kesedihan atau kemarahan yang berlebihan, stres atau bahkan terjadi tindak kekerasan merupakan hal yang pastinya orang tua tidak inginkan. Kondisi tersebut mungkin saja akan sering anak lakukan jika dirinya tidak diajarkan cara mengelola emosi.

Dari perbincangan dengan narasumber, terdapat beberapa hal menarik yang dilakukan guru-guru di TK Aisyiyah Program Khusus Kottabarat dalam mengawal sosial emosi anak sehingga berkembang sesuai umurnya.

Secara konsep, yang dimaksud perkembangan emosi anak, adalah luapan perasaan yang diaktualkan. Perkembangan sosial emosional anak usia dini adalah proses perkembangan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya kepada orang tua, teman sebaya dan orang dewasa. Serta proses perkembangan keadaan jiwa anak dalam memberikan respon terhadap keadaan lingkungannyan yang sesuai dengan aturan sosial yang diperoleh melalui mendengar, mengamati, meniru dan dapat distimulasi melalui penguatan dan modeling (contoh).

Perkembangan kedua aspek sosial dan emosional anak perlu dideteksi sedini mungkin oleh orang tua maupun pendidik, karena akan berpengaruh terhadap perilaku anak sampai dia tumbuh dewasa. Beberapa alasan yang lain adalah perkembangan sosial emosi anak akan memnbantu mereka mengenal lingkungan, lebih mandiri, anak dapat menangani konflik bersama, mengenali perasaan pada anak, membantu anak menyelesaikan masalah, membantu anak berekspresi.

Mengingat kemandirian akan banyak memberikan dampak yang positif bagi perkembangan individu, maka kemandirian diajarkan pada anak sedini mungkin sesuai kemampuannya. Seperti telah diakui segala sesuatu yang dapat diusahakan sejak anak usia dini dapat dihayati dan akan semakin berkembang menuju kesempurnaan.

TK Aisyiyah Program Khusus Kottabarat menyiasati kemandirian siswa dengan membuat Kurikulum Pembiasaan. Sehingga anak dapat mengekspresikan luapan emosinya sesuai tahapannya.

Beberapa program sekolah yang tengah digalakkan di TK Aisyiyah Kottabarat Surakarta untuk membangun kecerdasan emosi anak, adalah Program GIMARI (Pagi semangat Ceria). Program ini berfungsi untuk menyiapkan anak yang belum siap belajar agar bersemangat belajar. Juga program CENTRA untuk mempersiapkan baca tulis dan berhitung anak. Dan bahan alam cair untuk mengenalkan sains tingkat awal bagi siswa TK.

Menurut KS TK Aisyiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, yang mempengaruhi perkembangan sosial emosi anak TK adalah daya dukung orang tua dan lingkungan. Di samping sikap dan temperamen anak, tingkat aktifitas sosial, panutan orang-orang di sekitar, kondisi dalam diri anak. Harus ada kesamaan daya dukung dari pihak orang tua dan guru di sekolah.

Adanya hubungan antara kecerdasan emosi dengan ketrampilan/motorik dapat ditemui pada anak yang sudah matang sosial emosi akan bagus perkembangan motoriknya. Pada anak yang belum matang sosial emosinya akan nampak kurang kreatif, suka marah, tidak mau menyelesaikan tugasnya.

Sebagai penutup, Ratna mengatakan bahwa program-program yang dicanangkan di TK Aisyiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta akan membuahkan hasil maksimal dalam mengembangkan sosial emosi anak TK. Terutama jika dilakukan secara berkesinambungan antara guru di sekolah dengan orang tua di rumah.

Berita Terbaru

MTs Muhammadiyah Surakarta Gelar Matsmuka CORE dan Ujian Tahfidz di Masjid Zayed

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — MTs Muhammadiyah Surakarta menggelar kegiatan Matsmuka Class Outing for Religious Enrichment (Matsmuka CORE) di Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta, Senin (15/6/2026), sebagai...

Cetak Dai Muda, PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Luncurkan Modul Khitobah

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMu) Manafi’ul ‘Ulum menggelar Haflah Akhirussanah Tahun Ajaran 2025/2026 yang dirangkaikan dengan wisuda santri SMP dan SMA serta peluncuran...

Nilai TKA SD Muhammadiyah PK Kottabarat Melampaui Rata-Rata Nasional

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak 54 murid kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Kota Solo, mengikuti kegiatan akhirusanah di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (13/6/2026). Dari...

SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar PK Fest 2026, Ajang Kreativitas dan Inovasi Siswa

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Surakarta menggelar PK Fest 2026, Sabtu (13/6/2026), di kompleks sekolah. PK Fest menghadirkan beragam kegiatan mulai dari perlombaan...

Tanam Pohon Jadi Penutup Supercamp PPL-2 SD Muhammadiyah PK Banyudono

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Penguatan Leadership (PPL)-2 SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono resmi ditutup di kawasan Refresh River Tubing Janti, Polanharjo, Klaten, Kamis (11/6/2026)....

Tingkatkan Kompetensi Pendidik, Guru Bahasa Inggris SMP Imam Syuhodo Lulus S2

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SMP Muhammadiyah Imam Syuhodo Sukoharjo terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan kompetensi tenaga pendidik. Komitmen tersebut kembali membuahkan hasil...

Atasi Sampah Sekolah, Tim UMS Ciptakan Sistem Digital Berbasis IoT untuk Siswa SD

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim peneliti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi berbasis Internet of Things (IoT) bernama Smart Monitoring Green Action (SMOGRA) untuk mendorong terbentuknya...

AI Ubah Pembelajaran Matematika, Akademisi UMS Tekankan Peran Baru Guru

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar webinar bertajuk Pembelajaran Matematika Era AI: Peluang,...

Jeda PSAT, Murid SD Muhammadiyah PK Solo Belajar Beragam Profesi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Suasana berbeda tampak di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo, Selasa (9/6/2026). Sebanyak 167 murid kelas I dan II mengikuti pelatihan...

Menuju Satu Dekade, SMA Muhammadiyah PK Solo Hadirkan PK Fest 2026

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo menyiapkan gelaran PK Fest 2026 sebagai ajang pameran inovasi, kreativitas, dan inspirasi siswa. Kegiatan yang...

MTs Muhammadiyah Surakarta Lepas 43 Lulusan, Hafalan Tertinggi Capai 25 Juz

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — MTs Muhammadiyah Surakarta melepas 43 siswa lulusan tahun ajaran 2025/2026 dalam kegiatan Haflah Wada’ dan Wisuda Tahfidz. Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi...

Mahasiswa Kesmas UMS Edukasi Pilah Sampah dan CTPS di TK Aisyiyah Sindon

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dua mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), An Afida Atsna dan Rara Vera Nathania, menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di...