Wednesday, 8 July 2020
HOTLINE: (0271) 653 025 / 081234 567 890
Muhammadiyah Solo

Sejarah Muhammadiyah Solo Atau Surakarta

Muhammadiyah berdiri pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H / 18 November 1912 M didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Yogyakarta. PP Muhammadiyah berkantor di Yogyakarta dan
Jakarta

Tahun 1917
Didirikan kursus keislaman bernama SATV (Siddiq Amanah Tableg Vathonah), nama itu pemberian K.H. Ahmad Dahlan. SATV merupakan embrional Muhammadiyah Surakarta. Memakai nama SATV karena aturan pemerintah kolonial Belanda bahwa Muhammadiyah hanya boleh berdiri di wilayah Yogyakarta. SATV sejatinya Muhammmadiyah, hanya namanya berbeda.

Tahun 1923
SATV berganti digantidengan “Muhammadiyah Solo” setelah perubahan aturan pemerintah kolonial. Muhammadiyah mendapat izin untuk berdiri di seluruh Hindia Belanda.
Ketua pertama :Kyai Mochtar Bukhori (wafat di usia muda, 28 tahun).

Tahun 1928
Muhammadiyah mendapat SK dari HB atau Pengurus Pusat Muhammadiyah SK No. 8 tertanggal 1 Juli 1928). SK ditandatangani oleh K.H. Ibrahim.

Tahun 1929
Solo menjadi tuan rumah Konggres ke-18, yang menghasilkan keputusan penting Majelis Tarjih

Tahun 1968
Muhammadiyah Cabang Kota Praja Surakarta berubah menjadi Pimpinan Muhammadiyah Daerah (PMD) Surakarta

Tahun 1985
Menjadi tuan rumah Muktamar ke-41 yang menghasilkan keputusan penting penyesuaian AD.

Tahun 1986
PMD menjadi PDM sesuai UU No. 8/1985.

Usia Muhammadiyah Solo sampai dengan tahun 2018 yaitu 96 tahun ( 1923 – 2019 ) berdasarkan perubahan SATV menjadi Muhammadiyah. Namun berdasarkan SK dari HB Muhammadiyah, usia Muhammadiyah Solo 91 tahun (1928 – 2019).

Galeri Video

GALERI FOTO