Sunday, 26 June 2022
HOTLINE: (0271) 653 025 / 081234 567 890
  • Home
  • Berita
  • HUNTARA MUHAMMADIYAH DAN SECERCAH HARAPAN BAGI PENYINTAS SEMERU
HUNTARA MUHAMMADIYAH DAN SECERCAH HARAPAN BAGI PENYINTAS SEMERU

HUNTARA MUHAMMADIYAH DAN SECERCAH HARAPAN BAGI PENYINTAS SEMERU

LUMAJANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru yang terjadi Desember tahun lalu masih menyisakan duka. Banyak di antara para penyintas yang belum memiliki tempat tinggal akibat rumah mereka hancur. Duka ini pun mendapatkan respon dari Muhammadiyah. Melalui MDMC dengan dukungan Lazismu, Muhammadiyah membangun huntara (hunian sementara) bagi para penyintas APG Gunung Semeru yang berlokasi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Penanggung jawab pembangunan huntara milik Muhammadiyah, Priyo AS mengatakan, pembangunan huntara pasca APG Semeru yang terjadi akhir 2021 telah selesai dibangun untuk proses tahap pertama. Ia menyebutkan, Muhammadiyah masih akan membangun huntara untuk penyintas pada tahap berikutnya. “Muhammadiyah di tahap pertama ini menyediakan 40 hunian dari rencana 200 hunian sehingga kita masih memiliki 160 hunian yang akan diselesaikan di tahap berikutnya,”jelasnya.

Priyo yang juga merupakan spesialis pembangunan shelter MDMC ini menambahkan, salah satu pendukung utama pada pembangunan tahap pertama ini adalah sumbangan dari dari para pengusaha SPBU yang tergabung dalam HISWANA MIGAS untuk 23 unit huntara yang dananya dikelola oleh Lazismu dan sisanya dari donatur yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Dari 40 hunian yang telah selesai dikerjakan, 20 di antaranya per awal bulan Mei 2022 ini telah diserahterimakan kepada warga yang berasal dari Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro.

“Selama proses pembangunan ini penyitas kita libatkan dengan kontribusi melalui pembuatan batako. Material tersebut digunakan sebagai dinding dasar pembangunan huntara sehingga proses pemberdayaan serta pendayagunaan bagi penyintas berjalan sesuai yang kita harapkan,” ungkap Priyo.

Kegiatan pembangunan huntara ini, lanjut Priyo, adalah pengalaman pertama bagi banyak ormas/LSM yang terlibat, dengan proses pembangunan huntara dan huntap (hunian tetap) dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Konsep yang awalnya adalah rumah tumbuh akhirnya menjadi rumah pendamping atau hunian pelengkap bagi bangunan huntap. Keterlibatan relawan Muhammadiyah dalam proses pembangunan tidak hanya berasal dari Kabupaten Lumajang, tetapi juga dari luar daerah bahkan dari provinsi lain. Misalnya dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah yang menurunkan tiga tim secara bergantian dan juga relawan dari Kabupaten Pacitan.

“Target tahap kedua ini akan dimulai setelah seluruh proses serah terima ini selesai. Muhammadiyah akan melanjutkan di blok I dan blok J, serta menambah bangunan di atas lahan fasum (fasilitas umum). Di kompleks fasum ini rencananya akan berisi bangunan ibadah, pendidikan, sosial, serta ekonomi. Diharapkan pertengahan Juni akan dimulai sembari menunggu kesiapan lahan seluas tiga ribu meter persegi,” pungkas Priyo.

Kehadiran huntara ini sangat besar artinya bagi warga penerima manfaat, salah satunya adalah Sidik. Warga Dusun Kajar Kuning yang rumahnya hancur akibat tertimbun material abu vulkanik ini menceritakan, saat kejadian, ia hanya bisa menyelamatkan diri tanpa sempat membawa harta benda selain baju yang melekat di badan. “Alhamdulilah nyawa saya dan keluarga masih selamat, masalah harta masih bisa dicari lagi,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Sidik yang berprofesi sebagai penambang pasir ini kemudian sempat berpindah-pindah selama di pengungsian, sampai akhirnya harus menetap di tenda selama lima bulan. “Alhamdulilah ketika akhir Ramadhan kemarin kami mendapatkan jatah untuk menempati rumah baru yang dibangun oleh pemerintah dan Lazismu. Terima kasih banyak para donatur yang telah membantu kami, mudah-mudahan ini menjadi ladang pahala dan mohon doanya mudah-mudahan dengan rumah baru ini kami bisa segera bangkit dari segi ekonomi serta dari trauma yang selama ini kami rasakan,” harapnya.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh Slamet Efendi saat ditemui oleh tim Lazismu Kabupaten Lumajang pada Kamis (12/05). Saat menempati hunian baru bertepatan dengan satu hari sebelum Idul Fitri, Slamet menyampaikan bahwa saat takbir berkumandang, ia dan keluarga masih sibuk memindahkan barang dari tempat pengungsian ke huntara tersebut. “Rasa hati ini berkecamuk ketika suara takbir berkumandang, kok koyo ngene nasibku (kok nasib saya seperti ini),” ungkap Slamet.

Slamet juga mengucapkan rasa syukurnya dan bertekad untuk bangkit kembali menata hidup baru. “Alhamdulilah pak, saya dan keluarga berangsur bangkit untuk membenahi ekonomi kami. Ini saya juga mulai jualan pracangan dan membenahi lahan pertanian kami,” tutupnya.

[ Lazismu PP Muhammadiyah/Kuswantoro]

Ditulis oleh :

INFORMASI TERKAIT

All
/ 23 April 2022

Sebuah Catatan : “BINCANG BANGUN BUDAYA UNGGUL SEKOLAH”

    Oleh : Nuril Hidayati *)    MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pada hari Selasa, 19 April 2022 bertempat di studio SD Muh PK TV berlangsung sebuah acara diskusi dengan tema “”Bincang...
Hizbul Wathan, IMM dan Tapak Suci Gandeng LAZISMU UMS Dalam Aksi Galang Dana Korban Erupsi Semeru
Tak Berkategori
/ 16 Desember 2021

Hizbul Wathan, IMM dan Tapak Suci Gandeng LAZISMU UMS Dalam Aksi Galang Dana Korban Erupsi Semeru

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta melakukan aksi penggalangan dana untuk korban bencana alam erupsi gunung Semeru, Lumajang Jawa Timur. Penggalangan dana ini dilakukan bersama Korkom IMM UMS...
Alhamdulillah! Lazismu Torehkan Prestasi Dengan Raih Penghargaan di Ajang IFA 2021
Tak Berkategori
/ 4 November 2021

Alhamdulillah! Lazismu Torehkan Prestasi Dengan Raih Penghargaan di Ajang IFA 2021

  JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM– Kiprah Lazismu di ajang kemanusiaan terus berkibar. Tak hanya dikenal melalui berbagai program penyaluran yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, Lazismu juga menjadi wadah kepercayaan masyarakat dalam berderma....
/ 8 April 2021

SAMBUT RAMADHAN, LAZISMU PANEN BERSAMA TANI BANGKIT

Surakarta- Panen padi tahun ini dikeluhkan oleh para petani. Hal tersebut dikarenakan harga yang didapatkan sangat rendah, dan pupuk bersubsidi langka. “ adanya pengurangan jatah dari pemerintah, sehingga petani kalang...
/ 26 Januari 2021

Tanggap Darurat Banjir, MDMC Kalimantan Selatan Didukung Layanan Internet Gratis

  KALIMANTAN SELATAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Hingga hari ini Selasa (26/01) Muhammadiyah melalui MDMC Kalimantan Selatan masih terus melaksanakan respon tanggap darurat banjir Kalimantan selatan. Meski di beberapa tempat banjir sudah surut, namun...

Diskusi

Galeri Video

GALERI FOTO